Berita Bali

Tiga Pertemuan Side Event G20 Bidang Kepariwisataan Akan Digelar di Bali

Kemenparekraf pada bulan September 2022 ini akan menyelenggarakan tiga pertemuan side event G20 di Bali diantaranya 2nd Tourism Working Group Meeting,

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Menparekraf saat melakukan kunjungan ke Museum Puri Lukisan Ubud, Gianyar, Kamis 27 Mei 2021 - Kemenparekraf Akan Adakan Stakeholder High Level Meeting Bahas Pembukaan Bali Untuk Wisman 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Kemenparekraf pada bulan September 2022 ini akan menyelenggarakan tiga pertemuan side event G20 di Bali diantaranya 2nd Tourism Working Group Meeting, Tourism Ministerial Meeting, dan World Tourism Day.

Dalam 2nd Tourism Working Group Meeting UNWTO akan membahas mengenai G20 Bali Guidelines dalam memperkuat komunitas dan UMKM sebagai agen transformasi pariwisata, yang mana pemulihan ekonomi berpusat pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

Kemudian, dari sisi ekonomi kreatif akan dibahas oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development).

Lalu, negara anggota G20 akan menyampaikan pendapat hingga best practice (dalam panel diskusi) yang mereka lakukan dalam mendorong pemulihan pariwisata dunia pasca pandemi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno usai menghadiri kegiatan temu pelaku parekraf di Canggu, Jumat (16/9/2022) malam.

Peserta TWG II merupakan 70 delegasi dari 35 perwakilan (negara anggota, negara tamu, dan organisasi internasional).

“Penyusunan " Bali Guideline" sendiri menjadi salah satu outcome document dari pelaksanaan Tourism Working Group dan akan disepakati bersama pada Tourism Ministerial Meeting,” ungkap Menparekraf Sandiaga.

TMM akan dihadiri 150 delegasi dari 35 perwakilan (negara anggota, negara tamu, dan organisasi internasional).

Berkenaan dengan World Tourism Day ke-42 ini akan diisi dengan panel diskusi multi-stakeholder dengan tema “Rethinking Tourism as a Key Element on Recovery” dan juga diskusi dengan tema “The Tourism We Want” yang akan dipimpin oleh perwakilan dari sektor pariwisata di Bali.

Negara anggota UNWTO akan diundang untuk memperkuat perayaan dan key messages dari World Tourism Day.

“Diskusi tersebut bertujuan untuk memberikan inspirasi seputar rethinking tourism untuk pembangunan. Termasuk dalam hal pendidikan dan pekerjaan, dan diskusi mengenai dampak pariwisata terhadap keberlangsungan planet bumi dan berbagai kesempatan yang dapat berkembang secara berkelanjutan,” ungkap Sandiaga.

Kita harapkan Menteri Pariwisata dari 20 negara anggota G20 bersama mitra organisasi internasional United Nations World Tourism Organization (UNWTO) dan Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) hadir dalam pertemuan tersebut.

Pada pertemuan 1nd Tourism Working Group (TWG) Meeting dan 2nd Tourism Working Group Meeting dihadiri para pejabat Eselon I atau setingkat deputi, sedangkan dalam pertemuan Tourism Ministerial Meeting (TMM) dihadiri para menteri atau setingkat menteri pariwisata anggota G20.

Kita harapkan hasil pertemuan TWG dan TMM tersebut akan menghasilkan satu program konkret berdasarkan best practice yang dapat dikerjasamakan dengan seluruh anggota G20.

“Indonesia sebagai salah satu negara yang dianggap telah menjalankan best practice dalam menangani COVID-19. Pariwisata Indonesia juga dinilai memiliki kemampuan cepat dan pesat untuk bangkit setelah lebih dari 2 tahun terpuruk karena pandemi COVID-19,” demikian kata Menparekraf Sandiaga.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved