Berita Denpasar
Kedua Calon Perbekel Desa Tegal Kertha Denpasar Berasal dari Satu Banjar
Desa Tegal Kertha, Denpasar, Bali, menggelar pemilihan perbekel pada Minggu 18 September 2022.
Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Desa Tegal Kertha, Denpasar, Bali, menggelar pemilihan perbekel pada Minggu 18 September 2022.
Antusias Masyarakat Desa Tegal Kertha terbilang tinggi. Hal tersebut terlihat dari padatnya masyarakat yang mendatangi tempat pemungutan suara (TPS).
Ada hal unik dari Pemilihan Perbekel Desa Tegal Kertha kali ini.
Pasalnya, kedua calon Perbekel Desa Tegal Kertha berasal dari satu banjar yang sama, yakni Banjar Bhuana Asri, Denpasar.
Kedua calon pun turut mencoblos di satu area yang sama, yaitu di SD N 26 Pemecutan, yang tediri dari 3 TPS (TPS 4,5,6).
Baca juga: Dinas PMD Harapkan Kedewasaan Pemilih, Pilkel 4 Desa di Denpasar Digelar Hari Ini
Calon nomor urut 1, Mulyadi mencoblos di TPS 5. Sedangkan nomor urut 2, Putu Trisnajaya mencoblos di TPS 6.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dusun Banjar Bhuana Asri, Denpasar, Dewa Gede Guna Wiweka saat ditemui Tribun Bali di SD N 26 Pemecutan (TPS 4,5,6 Pilkel Desa Tegal Kertha) pada Minggu 18 September 2022.
Dewa Gede Guna Wiweka menuturkan, kedua calon Perbekel Desa Tegal Kertha, Denpasar merupakan warganya yang berasal dari Banjar Bhuana Asri, Denpasar.
“Iya untuk Pilkel di Desa Tegal Kertha yang diselenggarakan hari ini, memang calon ada dua. Calon 1 dari Banjar Bhuana Asri, dan calon 2 juga dari Banjar Bhuana Asri,” ucap Kadus Banjar Bhuana Asri saat ditemui Tribun Bali pada Minggu 18 September 2022.
Diketahui, pemilihan Perbekel Desa Tegal Kertha diikuti oleh dua calon. Calon nomor urut 1 atas nama Mulyadi, dan calon nomor urut 2 atas nama Putu Trisnajaya.
Baca juga: Sopir Bus Cium Bau Terbakar, Dashboard Bus AKAP Alami Kebakaran di Jalan Denpasar-Gilimanuk
Ditanya soal hubungan baik antar calon, Kadus Banjar Bhuana Asri menuturkan, tidak ada perpecahan antar calon perbekel meskipun berasal dari satu banjar yang sama.
Kadus Banjar Bhuana Asri, Dewa Gede Guna Wiweka menjelaskan, Banjar Bhuana Asri yang juga bagian dari Desa Tegal Kertha merupakan miniatur Indonesia.
Maksudnya, Banjar Bhuana Asri merupakan banjar yang terdiri dari masyarakat heterogen.
“Kita miniaturnya Indonesia. Semua agama ada di sini, semua suku dan ras ada di sini. Kita disini tidak ada perpecahan,” terang Dewa Gede Guna Wiweka saat ditemui Tribun Bali di SD N 26 Pemecutan (TPS 4,5,6 Pilkel Desa Tegal Kertha).
Dewa Gede Guna Wiweka berharap, siapapun yang nantinya terpilih menjadi Perbekel Desa Tegal Kertha, dapat memajukan serta membimbing Desa Tegal Kertha.
“Kalau saya berharap dengan siapapun nanti yang akan terpilih, kita berharap agar dapat memajukan Desa Tegal Kertha. Desa Tegal Kertha yang Kertha.”
“Kertha itu kan artinya damai. Artinya kita disini walaupun majemuk, kita tetap menjunjung kebersamaan,” pungkas Kadus Banjar Bhuana Asri. (*)
Berita lainnya di Berita Denpasar