Berita Karangasem

TENAGA Kerja Asing Menurun di Karangasem, Simak Ulasan Selengkapnya Berikut Ini

Tenaga Kerja Asing (TKA), di Karangasem turun dibandingkaan tahun sebelumnya.Data Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karangasem.

palembang.tribunnews.com
Ilustrasi tenaga kerja asing - Tenaga Kerja Asing (TKA), di Karangasem turun dibandingkaan tahun sebelumnya. Data Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karangasem, TKA yang memiliki izin periode 1 Januari - 31 Agustus 2022 sekitar 56 perkerja asing. Kabid Perencanaan dan Penempatan Tenaga Kerja, Disnakertrans Karangasem, Ni Luh Putu Ari Dewi Wirawan, menjelaskan TKA yang terdaftar dan izin sudah diterbitkan tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Karangasem. 

"Nanti akan kita lakukan pendataan.

Untuk data sekarang itu dari pemerintah pusat.

Makanya kita belum berani berani, memastikan ada atau tidaknya TKA yang belum mengantongi izin," ungkap Luh Dewi, mantan pegawai Badan Keuangan Karangasem ini. 

Informasi Tribun Bali di lapangan, banyak hotel dan perusahaan snorkeling atau diving di Karangasem yang mempekerjakan TKA secara sembunyi - sembunyi (tanpa izin).

Perusahaan mempekerjakan secara sembunyi, untuk menghindari biaya perizinan karena mempekerjakan tenaga asing cukup besar. 

Hotel dan perusahaan yang mempekerjakan tenaga asing tersebar di beberapa tempat.

Terutama yang memiliki wisata bahari, seperti diving dan snorkeling.

Di antaranya Pantai Amed, Desa Purwakerti.

Pantai Bunutan, Pantai Candidasa, Padang Bai, Tulamben, Pantai Buitan, dan di Bugbug.

Sebagian perusahaan yang belum mengantongi IMTA tetap operasi seperti perusahaan lainnya.

Kebanyakan TKA yang belum berizin (ilegal) kerja sebagai dive master menyingkirkan dive lokal, karyawan hotel, dan sopir para tamu.

Ada juga beberapa TKA membangun bisnis sekitar kontrakanya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved