Berita Bali
Pedagang Protes, Kambing Sulit Masuk Bali, Mendag: Harga di Pasar Badung Lebih Murah
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan kunjungi pasar Badung, Zaenal Abidin protes terkait sulitnya kambing datang ke Bali
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
“Sisanya dikasih lebih untuk bapak ya.” kata Zulhas.
“Amin-amin dapat rezeki,” katanya.
Mereka berdua pun kemudian melakukan tos.
Mendag menjelaskan memang harga daging kambing saat ini agak mahal karena pengiriman dari Jawa diperketat.
“Karena Bali aman, jangan sampai satwa masuk kena karena menular dengan bebagai cara, harus divaksin, karantina diperketat agar Bali bebas dari PMK,” katanya.
Mendag Zulhas juga meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Badung.
Mendag mendatangi pasar tradisional tersebut didampingi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati dan Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara.
Dari hasil peninjauan tersebut, ia mengatakan harga kebutuhan pokok di Pasar Badung terkendali.
Bahkan menurutnya harga di sini rata-rata di bawah harga di pasar yang ada di Jawa dan luar Jawa.
“Kami bersyukur karena Pak Wali tanggap sehingga harga terkendali dan bisa ambil langkah-langkah tepat. Harga stabil di bawah harga rata-rata pasar lain yang saya datangi,” katanya.
Ia mengatakan, saat ini harga bawang merah Rp 23 ribu sampai Rp 25 ribu per kg.
Sementara di Jawa rata-rata Rp 30 ribu.
Harga cabe di Pasar Badung Rp 45 ribu, sedangkan di Jawa rata-rata Rp 60 ribu.
Harga ayam Rp 35 ribu per kg, dan harga daging sapi Rp 105 ribu per kg.
“Tapi kambing memang agak mahal karena pengiriman dari Jawa agak ketat. Harus berhati-hati dengan PMK ini. Pendek kata harga stabil bahkan di bawah harga di Jawa dan luar Jawa,” katanya.