Berita Bali

Pedagang Protes, Kambing Sulit Masuk Bali, Mendag: Harga di Pasar Badung Lebih Murah

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan kunjungi pasar Badung, Zaenal Abidin protes terkait sulitnya kambing datang ke Bali

Tribun Bali/Putu Supartika
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat memantau harga di Pasar Badung - Pedagang Protes, Kambing Sulit Masuk Bali, Mendag: Harga di Pasar Badung Lebih Murah 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang pedagang daging kambing di Pasar Badung Denpasar, Zaenal Abidin protes terkait sulitnya kambing datang ke Bali.

Ia langsung mengatakan protes tersebut kepada Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan saat mengunjungi Pasar Badung, Rabu 21 September 2022 pagi.

“Pak Menterinya mana? Saya mau berbicara. Saya rakyat kecil,” kata Zaenal.

Menteri Zulhas pun menyambangi pedagang tersebut.

Baca juga: Pedagang Daging Kambing Pasar Badung Bali Protes ke Mendag: Kambing Dipersulit Datang ke Bali

Lalu di depan Mendag Zaenal mulai mengatakan kondisinya saat ini.

“Ini kambing dari Jawa dipersulit masuknya ke Bali. Dipersulit. Saya (kambing saya) dikarantina dikenakan Rp 8 juta masuknya. Saya sakit membutuhkan biaya, terus terang saja, keadaan saya sakit,” katanya.

Ia mengaku saat ini hanya memotong satu sampai dua kambing yang semula dalam sehari memotong 3 ekor kambing.

“Karena dipersulit saya ingin dipergampang. Kami rakyat kecil,” katanya.

“Sekarang harganya berapa?” tanya Zulkifli.

“Sekilo awalnya Rp 150 ribu, sekarang naik jadi Rp 160 ribu,” kata Zaenal.

“Karena susah kambingnya?” tanya Mendag. “Iya. Bagaimana?” kata pedagang tersebut.

Zulkifli pun kemudian menjelaskan mengapa pengiriman kambing diperketat masuk ke Bali.

“Memang karena ada PMK namanya, harus diperketat. Ekstra hati-hati, karena PMK menularnya banyak faktor melalui manusia bisa, melalui lain-lain juga bisa, sehingga cek betul, karantina dan sudah divaksin,” katanya.

Ia menambahkan, jika PMK ini sudah menular di satu pulau akan sulit untuk mengendalikan.

Setelah memberikan penjelasan, Zulhas membayar daging kambing yang dibeli oleh salah satu pembeli dengan harga lebih.

“Sisanya dikasih lebih untuk bapak ya.” kata Zulhas.

“Amin-amin dapat rezeki,” katanya.

Mereka berdua pun kemudian melakukan tos.

Mendag menjelaskan memang harga daging kambing saat ini agak mahal karena pengiriman dari Jawa diperketat.

“Karena Bali aman, jangan sampai satwa masuk kena karena menular dengan bebagai cara, harus divaksin, karantina diperketat agar Bali bebas dari PMK,” katanya.

Mendag Zulhas juga meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Badung.

Mendag mendatangi pasar tradisional tersebut didampingi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati dan Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara.

Dari hasil peninjauan tersebut, ia mengatakan harga kebutuhan pokok di Pasar Badung terkendali.

Bahkan menurutnya harga di sini rata-rata di bawah harga di pasar yang ada di Jawa dan luar Jawa.

“Kami bersyukur karena Pak Wali tanggap sehingga harga terkendali dan bisa ambil langkah-langkah tepat. Harga stabil di bawah harga rata-rata pasar lain yang saya datangi,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini harga bawang merah Rp 23 ribu sampai Rp 25 ribu per kg.

Sementara di Jawa rata-rata Rp 30 ribu.

Harga cabe di Pasar Badung Rp 45 ribu, sedangkan di Jawa rata-rata Rp 60 ribu.

Harga ayam Rp 35 ribu per kg, dan harga daging sapi Rp 105 ribu per kg.

“Tapi kambing memang agak mahal karena pengiriman dari Jawa agak ketat. Harus berhati-hati dengan PMK ini. Pendek kata harga stabil bahkan di bawah harga di Jawa dan luar Jawa,” katanya.

Salah seorang pedagang, Wayan Wandri mengatakan, harga bumbu dapur turun.

“Sudah menurun dan lumayan pembelinya ramai belakangan ini,” kata Wandri.

Ia mengatakan, harga lombok kecil Rp 55 ribu per kg, yang sebelumnya Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu.

Bawang merah, harganya Rp 25 ribu per kg yang sebelumnya Rp 30 ribu per kg.

Bawang putih Rp 20 ribu per kg, sebelumnya Rp 22 ribu. Lombok besar dari Rp 40 ribu kini turun menjadi Rp 30 ribu.

Ketika bertemu dengan tukang suwun (jasa pengangkut belanjaan), Mendag sempat memberikan uang tunai Rp 1 juta kepada 10 orang.

Tukang suwun pun semringah.

"Rp 1 juta dikasih, dipakai beli beras, kebutuhan dapur," kata salah seorang tukang suwun, Nyoman Simpen.

Ia mengatakan, Mendag kasihan dengan tukang suwun tersebut sehingga diberikan uang.

"Terima kasih Pak. Semoga sehat selalu," katanya.

Meskipun mendapat uang, mereka mengaku tidak mengetahui nama Mendag.

"Tidak tahu," kata beberapa pedagang berbarengan.

Uang ini pun nantinya akan dibagi untuk 10 tukang suwun.

Selain itu, Zulhas juga membeli bahan bumbu dapur di pedagang.

Bumbu dapur itu dibagikan kepada tukang suwun.

"Pak Menteri membeli cabai sama bawang merah," kata pedagang, Wayan Wandri.

Total, Zulhas membeli 5 kg cabai dan 5 kg bawang merah.

"Dibayar Rp 500 ribu, dibagi-bagi kepada pedagang," katanya.

Tak Ada Penghapusan Listrik 450 VA

PENGHAPUSAN daya listrik 450 Volt Ampere (VA) sempat ramai diperbincangkan.

Kemudian daya tersebut kemudian dialihkan ke 900 VA untuk semua pelanggan.

Terkait hal tersebut, Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan menegaskan tak ada penghapusan maupun pengalihan daya listrik tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Zulkifli saat memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Badung, Denpasar, Rabu 21 September 2022.

“Saya tegaskan, ini ramai sekali soal listrik 450 VA akan dijadikan 900 VA, tidak betul itu,” kata Mendag.

Selain itu, Mendag menambahkan Presiden Joko Widodo juga sudah memberikan penegasan terkait hal tersebut.

“Presiden juga sudah mengumumkan bahwa tidak ada itu. Sudah disampaikan tidak ada perubahan. Tetap 450 VA. Saya tegaskan sekali lagi, presiden juga sudah tegaskan 450 VA tidak ada perubahan,” katanya. (sup)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved