Berita Internasional

Presiden China Xi Jinping Dirumorkan Dikudeta dan Jadi Tahanan Rumah, PLA Disebut Mulai Bergerak

Presiden China, Xi Jinping dikabarkan menjadi tahanan rumah usai disebut telah dikudeta.

via Kompas.com
Presiden China Xi Jinping yang mengenakan pakaian Mao Zedong, pendiri China modern, bertepuk tangan di samping mantan Presiden Jiang Zemin dalam perayaan 70 tahun berkuasanya partai komunis di Lapangan Tiananmen pada Selasa, 1 Oktober 2019. Presiden China Xi Jinping Dirumorkan Dikudeta dan Jadi Tahanan Rumah, PLA Disebut Mulai Bergerak 

China Membatalkan Sejumlah Penerbangan

Mengutip dari Zeenews, China telah memulai pembatalan massal penerbangan, berdasarkan laporan dari media pemerintah.

Namun, alasan pembatalan penerbangan tidak jelas. Berdasarkan laporan The Epoch Times, Flight Master menyebutkan 9.583 penerbangan dibatalkan secara nasional pada 21 September.

Penerbangan yang dibatalkan tersebut merupakan 59,66 persen dari total penerbangan terjadwal pada hari itu. Perlu dicatat bahwa Flight Master berfungsi sebagai sumber informasi tentang penerbangan, tiket, dan layanan perjalanan di negara ini.

Selain itu, laporan tersebut mengatakan bahwa beberapa hub transportasi udara di China memiliki laporan pembatalan lebih dari 50 persen.

Laporan The Epoch Times mengatakan Bandara Internasional Ibu Kota Beijing membatalkan 622 penerbangan, menghasilkan tingkat pembatalan 60 persen. Selain itu, 652 penerbangan dibatalkan di Bandara Internasional Pudong Shanghai, dengan tingkat pembatalan 54 persen.

Demikian pula, 542 penerbangan di Bandara Baoan Shenzhen dibatalkan, terhitung 51 persen dari total penerbangan.

Tiga bandara China, yaitu Guiyang Longdongbao, Lhasa Gongga, dan Chengdu Tianfu, memiliki tingkat pembatalan yang tinggi di provinsi-provinsi Barat.

Guiyang Longdongbao memiliki 539 penerbangan dibatalkan, dengan tingkat pembatalan 99 persen. Sedangkan di Lhasa Gongga 157 penerbangan dibatalkan, dengan tingkat pembatalan 98 persen. Demikian pula, 752 penerbangan dibatalkan di bandara Chengdu Tianfu, dengan tingkat pembatalan 87 persen.

Pembatalan serupa juga terlihat di bandara lain di negara ini.

Di situs badan penerbangan top China, tidak ada penjelasan resmi.

Namun, Netease, portal berita utama Tiongkok, kemarin melaporkan bahwa pembatalan tersebut terutama disebabkan oleh wabah COVID-19 baru-baru ini di beberapa provinsi Tiongkok.

(*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dan Kompas.tv

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved