Berita Internasional

Presiden China Xi Jinping Dirumorkan Dikudeta dan Jadi Tahanan Rumah, PLA Disebut Mulai Bergerak

Presiden China, Xi Jinping dikabarkan menjadi tahanan rumah usai disebut telah dikudeta.

via Kompas.com
Presiden China Xi Jinping yang mengenakan pakaian Mao Zedong, pendiri China modern, bertepuk tangan di samping mantan Presiden Jiang Zemin dalam perayaan 70 tahun berkuasanya partai komunis di Lapangan Tiananmen pada Selasa, 1 Oktober 2019. Presiden China Xi Jinping Dirumorkan Dikudeta dan Jadi Tahanan Rumah, PLA Disebut Mulai Bergerak 

Baru-baru ini, Presiden Xi menghadiri pertemuan puncak para pemimpin Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Samarkand, Uzbekistan, di mana ia juga mengadakan pembicaraan dengan presiden Rusia Vladimir Putin.

Kendaraan Perang PLA Mulai Bergerak

Lebih  lanjut, beberapa mengklaim adanya kudeta militer, dan bahwa kendaraan perang PLA telah mulai bergerak ke Ibu Kota Beijing.

“Kendaraan militer #PLA mulai bergerak ke #Beijing pada 22 September. Dimulai dari Huanlai di dekat Beijing dan berakhir Zhangjiakou, Provinsi Hebei, seluruh arak-arakan sepanjang 80km. Sementara itu, rumor mengatakan bahwa #XiJinping ditahan setelah senior #PKC memecatya sebagai kepala PLA,” cuit Jennifer Zheng dikutip dari NDTV.

Penulis Gordon G Chang juga mencuitkan mengenai kemungkinan terjadinya kudeta terhadap Xi Jinping, disertai sebuah video.

“Video kendaraan militer yang pindah ke Beijing ini muncul segera setelah 59 persen penerbangan di negara itu dilarang terbang, dan pemenjaraan pejabat senior,” cuitnya.

“Ada banyak asap, yang berarti ada api di suatu tempat di dalam Partai komunis China. China Tidak stabil,” tambahnya.

Selain itu, juga banyak laporan yang tak bisa diverifikasi mengenai tidak adanya pesawat komersial yang terbang di atas Beijing.

Namun, sejumlah pakar China mengklaim belum ada tanda-tanda terjadinya kudeta di luar komentar di media sosial.

Aadil Brar, seorang ahli di China mengatakan bahwa Xi Jinping bisa dikarantina setelah kembali dari Uzbekistan, yang akan menjelaskan ketidakhadirannya dari urusan publik.

Xi Jinping memang baru kembali setelah menghadiri Pertemuan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Uzbekistan.

Spekulasi mengenai kudeta yang dialami Xi Jinping muncul setelah China memberikan hukuman mati kepada dua mantan menteri, pekan ini.

Kedua mantan menteri, dan empat pejabat yang dipenjara seumur hidup dilaporkan bagian dari faksi politik.

Baca juga: GEMPA China, Korban Tewas Bertambah Menjadi 65 Orang

Serentetan hukuman profil tinggi itu adalah bagian dari kampanye anti-korupsi China menjelang pertemuan politik bulan depan, di mana Xi Jinping diperkirakan akan mengamankan masa jabatan ketiga yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved