Berita Bali

Terbukti Edarkan Sabu, Aly Aziz Diganjar Bui 7 Tahun

Terdakwa Aly Aziz (27) hanya bisa pasrah menerima diganjar pidana bui selama tujuh tahun.

Penulis: Putu Candra | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi Narkoba 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terdakwa Aly Aziz (27) hanya bisa pasrah menerima diganjar pidana bui selama tujuh tahun.

Terdakwa yang bekerja sebagai buruh harian lepas ini divonis pidana, karena terbukti terlibat peredaran narkotik golongan I jenis sabu.

Amar putusan terhadap terdakwa telah dibacakan majelis hakim dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa, 27 September 2022.

Diketahui, terdakwa Aly ditangkap petugas kepolisian Polresta Denpasar saat akan menempel paket sabu di Jalan Tukad Gangga I, Denpasar Timur.

"Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Aly Aziz dengan pidana penjara selama tujuh tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan sementara. Dengan perintah terdakwa tetap ditahan," tegas hakim ketua I Putu Agus Adi Antara.

Selain pidana badan, terdakwa juga dijatuhi pidana denda Rp 1 miliar subsidar enam bulan penjara.

Oleh majelis hakim, terdakwa Ali Aziz dinyatakan telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya 5 gram.

Sebagaimana dalam surat dakwaan pertama JPU, terdakwa Aly Aziz melanggar Pasal 114 Ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik.

Sementara itu, menanggapi vonis majelis hakim, terdakwa melalui tim penasihat hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi menyatakan menerima. "Terdakwa menerima, majelis hakim," ucap Gusti Agung Prami Paramita selaku penasihat hukum.

Hal senada juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya diberitakan, JPU Ni Putu Widyaningsih melayangkan tuntutan pidana penjara selama delapan tahun kepada terdakwa Aly Aziz.

Dibeberkan dalam surat dakwaan JPU, terdakwa Aliy Aziz dibekuk oleh petugas kepolisian dari Polresta Denpasar saat akan menempel paket sabu di Jalan Tukad Gangga I, Dangin Puri Kelod, Denpasar Timur, Kamis, 7 April 2022, sekira pukul 10.00 Wita.

Beberapa hari sebelum ditangkap, terdakwa diperintah oleh Hendra (buron) mengambil sebuah tas kresek yang berisi paket sabu dan sejumlah barang terkait di Jalan Sidakarya. Tas kresek itu lalu dibawa terdakwa ke kosnya yang terletak di Jalan Pendidikan, Sidakarya, Denpasar Selatan.

Setibanya, tas kresek itu lalu dibuka dan berisi uang Rp 1 juta,1 bendel plastik, 1 buah timbangan elektrik, 1 bendel pipet, 1 bendel plastik klip kosong, dan 1 plastik klip berisi narkotik sabu. Atas perintah Hendra, 1 paket sabu itu kemudian dipecah oleh terdakwa menjadi 15 paket kecil dan kembali ditempelkan di Jalan Sidakarya.

Berselang beberapa hari, terdakwa kembali mendapat perintah dari Hendra mengambil tempelan paket sabu di Jalan Sidakarya. Paket sabu kembali dipecah menjadi 33 paket kecil. Keesokan harinya terdakwa diminta oleh Hendra menempel 1 paket sabu di Jalan Tukad Gangga I.

Sesampainya di Jalan Tukad Gangga I, belum sempat menempel paket sabu itu, terdakwa keburu ditangkap petugas kepolisian. Ternyata pergerakan terdakwa telah diintai oleh petugas kepolisian, ini berdasarkan laporan dari masyarakat.

Lalu dilakukan penggeledahan, dan dari tangan terdakwa diamankan 1 paket sabu. Tidak berhenti sampai di sana, penggeledahan berlanjut ke tempat tinggal terdakwa. Hasilnya, petugas kepolisian berhasil mengamankan puluhan paket sabu siap edar. Total ada 33 paket sabu seberat 6,28 gram netto yang diamankan dari terdakwa.

Selain itu diamankan juga 1 buah alat isap sabu (bong) lengkap dengan pipa kaca dan pipet, bendel plastik berbentuk peluru, 1 buah timbangan elektrik, dan barang bukti terkait lainnya. CAN

Foto: Aly Aziz saat menjalani sidang vonis secara daring di PN Denpasar.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved