Berita Badung

Program Gertak Badung Mandek, Warga Sedang Sampaikan Keluhan Soal Sampah ke Puan Maharani

Keluhan banyak sampah disampaikan warga Sedang saat Ketua DPD RI Puan Maharani berkunjung ke Desa Sedang, Badung, Bali.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Sudah dua tahun lamanya program unggulan Kabupaten Badung yakni gerakan serentak (Gertak) Badung bersih mandek.

Padahal program yang dilaksanakan setiap hari Jumat pada minggu pertama itu bertujuan untuk memperlihatkan sungai atau irigasi menjadi tampak depan Kabupaten Badung.


Namun kenyataannya, kini beberapa sungai mulai dikeluhkan karena banyak sampahnya.

Keluhan itu sebelumnya disampaikan warga Sedang saat Ketua DPD RI Puan Maharani berkunjung ke Desa Sedang.

Baca juga: Pasar Hewan Beringkit Badung Buka 8 Oktober, Harapkan Pemprov Siapkan Petugas Tes


Program yang membuat Bupati Badung dan pejabat lainnya rela berkotor-kotor dan masuk gorong-gorong itu, tidak kunjung dilaksanakan dari tahun 2020 sampai  triwulan ke 3 tahun 2022.

Belum diketahui secara pasti penyebab mandeknya program yang sebelumnya disebut-sebut sebagi program Badung bersih dari sampah itu. 


Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat ditemui malah mengaku program Gertak itu masih jalan.

Hanya terhenti karena Badung masih fokus untuk meningkatkan PAD di tengah pandemi covid-19.

Baca juga: Pemkab Badung Harapkan Dispertan Provinsi Siapkan Petugas Untuk Testing Saat Pasar Hewan Dibuka


"Kita harus melihat pandemi itu agar menjadi endemi, sehingga nanti kita akan bergerak masalah itu (Gertak red-)," kata Bupati asal Desa Pelaga, Petang itu.


Pihaknya mengaku di Badung irigasi, sungai dan loloan tersebut sebenarnya sudah menjadi tampak depan.

"Iya mudah-mudahan sampai sekarang bersih semua, bersih si," ucapnya.


Ditanya mengenai soal TPS3R yang juga dikeluhkan masyarakat Giri Prasta mengaku akan memberikan dana Rp600 juta pada anggaran perubahan 2022 ini


"Saya sudah siapkan Rp600 juta untuk masing-masing TPS3R, nanti akan dikembangkan lagi untuk kelengkapannya. Saya juga berharap APBDes yang dimiliki setiap desa itu diarahkan untuk TPS3R. Jangan sampai APBDes untuk merekrut pegawai lagi," terangnya


Lanjut Giri, sejatinya saat ini sudah ada pengerjaan TPS3R di 24 Desa/Kelurahan.

Baca juga: Petani Mesadu ke DPRD Badung, Sulit Beli Solar Subsidi juga Dialami Penggilingan Gabah di Bangli

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved