Wawancara Tokoh

Anggota DPR Fraksi PDIP Masinton Pasaribu, Jangan Sampai IKN Mangkrak

wawancara eksklusif Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan Masinton Pasaribu

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu usai mengikuti diskusi Tribun Series 'Mungkinkah Jokowi Maju Di2024' di Kantor Tribun Network, Jakarta, Senin 26 September 2022 - Anggota DPR Fraksi PDIP Masinton Pasaribu, Jangan Sampai IKN Mangkrak 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu mengharapkan siapa pun Presiden terpilih di Pilpres 2024 mau melanjutkan program pembangunan era Presiden Jokowi.

Menurutnya, kecemasan masyarakat menjadi hal yang wajar karena Indonesia tidak memiliki garis besar haluan negara (GBHN). Berikut wawancara eksklusif Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan Masinton Pasaribu di kantor Tribun Network, Jakarta, Senin 26 September 2022:

Bagaimana Bang Masinton melihat kegalauan orang apakah nanti yang akan menjadi pemimpin kita ke depan bisa melanjutkan proyek-proyek besar yang sudah dilakukan seperti IKN dan Kereta Cepat Jakarta Bandung?

Ini konsekuensi karena kita tidak memiliki garis besar haluan negara (GBHN). Maka konsekuensinya seperti ini kita gantungan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Pertanyaan masyarakat kan begitu ini nanti bagaimana kalau presiden terpilih dia tidak mau melakukan apa yang sudah dilakukan Pak Jokowi.

Baca juga: Anggota DPR Fraksi PDIP Masinton Pasaribu, Warisi Demokrasi yang Bukan Lucu-lucuan

Kemudian beberapa proyek strategis nasional dengan alasan defisit apa segala macam dibuat mangkrak.

Hal itu membuat bangsa ini mengalami kerugian lagi sudah kita bangun kemudian berhenti.

Di situ pentingnya pokok-pokok haluan negara agar kesinambungan pembangunan itu dari kepentingan dan keinginan bangsa kita baik dari SDM, infrastruktur, ekonomi, pendidikan, dan seterusnya.

Jadi dia tidak bertumpu pada kemauan subjektif dari suatu pemerintahan, tapi seharusnya sudah bertumpu pada program pembangunan kita 25 tahun, 50 tahun bahkan 100 tahun.

Kalau dia terlepas begini semua khawatir, bagaimana nanti IKN, pembangunan waduk dan jalan yang rencana dibangun 20 kilo tapi baru 5 kilo.

Kan begitu. Artinya kecemasan ini jangan dilanjutkan lagi.

Itulah mengapa PDIP mendorong pokok-pokok haluan negara menjadi hal yang penting.

Di sisa masa kerja MPR tinggal dua tahun tidak mungkin memasukkan GBHN karena nanti dikhawatirkan ada penumpang gelap, gimana ini jadi PPHN mentah?

Ini jadi PR kita bersama lah dalam masa periode ini kita harus punya concern yang sama.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved