Berita Denpasar

Karyawan Provider di Denpasar, Jadi Spesialis Pencuri Router Wifi

Karyawan Provider di Denpasar, Jadi Spesialis Pencuri Router Wifi berhasil ditangkap oleh Kepolisian Polsek Denpasar Barat.

Tribun Bali/Honey Dharma Putri
Karyawan Provider di Denpasar Jadi Tersangka Kasus Spesialis Pencuri Router Wifi 

TRIBUN-BALI.COM-DENPASAR - Seorang pria yang mengaku sebagai karyawan salah satu provider di Denpasar, berhasil ditangkap oleh Kepolisian Polsek Denpasar Barat.

Pasalnya, karyawan tersebut kedapatan mencuri ratusan router wifi di wilayah Denpasar hingga Badung, pada, Selasa, 27 Septmber 2022

Pria bernama Kairul Fajri (26) asal Jawa Timur ini harus menerima tembakan di kedua kakinya akibat  berusaha melawan ketika diminta menunjukan barang bukti oleh para aparat kepolisian.

“Pelaku sudah melakukan aksi pencurian router wifi sejak sebulan terakhir ini,” ungkap Kapolsek Denpasar Barat, Kompol I Made Hendra Agustina, kepada awak media pada Jumat, 30 September 2022

Pelaku diketahui menyasar setiap rumah maupun kosan hingga banjar yang memasang fasilitas Wifi di daerah Denpasar hingga Badung.

Dikatakan, bahwa router yang paling banyak dicuri pelaku, merupakan yang terpasang di sejumlah fasilitas umum seperti Banjar.

Tak hanya itu saja, Pria tersebut seperti memiliki hobi melakukan aksi pencurian, hingga pelaku juga mencuri sejumlah helm dan handphone.

Selanjutnya, Ayah satu anak ini berhasil ditanggap berawal dari adanya laporan dari seorang korban yakni Azan Nuhazan. Ia mengaku handphonenya telah dicuri, di Jalan Gunung Karang Gg. Kubu Padi Pemecutan Kelod, Denpasar Barat.

Kemudian,  polisi segera melakukan penyelidikan. Setelah mendapat keterangan saksi di TKP, akhirnya polisi dapat mengidentifikasi pelaku.

Pada Selasa tanggal 27 September 2022, pelaku pun ditangkap di kosannya, di sekitar Kawasan Pemogan, Denpasar Selatan.

Saat melakukan penangkapan polisi pun mendapat barang bukti yakni, puluhan router wifi hasil curian pelaku yang berjumbalah 65 router.

Sementara itu, saat diinterogasi pelaku mengaku jika barang itu adalah hasil curian.

Tidak hanya itu, barang bukti yang ditemukan merupakan sisa dari beberapa router yang telah ia jual.

Pelaku mengaku sudah berhasil menjual sebanyak 35 unit di media sosial.

Ia juga mematok harga mulai dari harga Rp 150 ribu per unit dengan berbagai jenis merek.

“Kami lalu melakukan pengembangan. Saat ditanya dimana dia menyimpan yang lainnya, dia malah melawan dan mencoba kabur. Sehingga diberikan tindakan tegas terukur,” ungkap Kapolsek.

Akibat dari kejahatanya ini, Pelaku dikenai pasal pencurian 363 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved