Berita Jembrana

Polisi Segera Umumkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Revitalisasi SMKN 2 Negara

Satreskrim Polres Jembrana terus lakukan penyidikan terkait kasus dugaan korupsi anggaran proyek revitalisasi sekolah yang terjadi

Tribun Bali
Kasat Reskrim Jembrana, AKP Muhammad Reza Pranata saat memberikan keterangan terkait perkembangan kasus dugaan korupsi proyek revitalisasi di SMKN 2 Negara, Senin 3 Oktober 2022. 

TRIBUN BALI.COM, NEGARA- Satreskrim Polres Jembrana terus lakukan penyidikan terkait kasus dugaan korupsi anggaran proyek revitalisasi sekolah yang terjadi di SMKN 2 Negara, Jembrana.

Bahkan polisi telah menyebut bakal ada tersangka baru dalam kasus ini.

Kini satu orang tersangka, yakni mantan Kepala Sekolah setempat tengah menjalani sidang di Pengadilan Tipidkor Denpasar.


Menurut Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Muhammad Reza Pranata, pasca dilakukan penahanan terhadap mantan Kepala SMKN 2 Negara, Adam Iskandar Bunga sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek penataan atau revitalisasi sekolah, pihaknya terus melakukan pengembangan.


"Sebelumnya, kita sudah lakukan penyelidikan dan pelimpahan tahap II ke kejaksaan untuk selanjutnya menjalani sidang.

Sekarang kita sedang kembangkan penyelidikan," katanya saat dikonfirmasi.

Baca juga: Pohon Sukun Tumbang Hampir Menimpa Rumah Warga di Karangasem


AKP Reza Pranata menegaskan, penyidikan lanjutan atau pengembangan telah dilaksanakan untuk mengetahui siapa saja yang terlibat lagi. Sehingga, akan ditetapkan sebagai tersangka berikutnya. 


"Sekarang masih tahap proses penyidikan lebih lanjut. Yang jelas, ada potensi (penambahan tersangka dugaan korupsi)," tegasnya. 


Untuk diketahui, mantan Kepala SMKN 2 Negara, Adam Iskandar Bunga telah ditahan dan sedang menjalani sidang di Pengadilan Tipidkor Denpasar.

Baca juga: Balita Meninggal Suspect DBD di Klungkung, Petugas Temukan ini di Lokasi Tinggal

Ia diduga melakukan tindak pidana korupsi renovasi sekolah pada tahun 2019 lalu.


Menurut informasi yang diperoleh, proyek tersebut dikerjakan oleh rekanan yang ditunjuk sendiri oleh tersangka, padahal seharusnya dikerjakan secara swadaya.

Kemudian, tersangka juga diduga menerima fee proyek dari rekanan yang membuat kerugian negera dengan indikasi kerugian sebesar Rp 496,4 Juta lebih dari total anggaran yang bersumber dari APBN senilai Rp 2 Miliar.

Baca juga: 302 Warga Klungkung Terjangkit DBD hingga Oktober, Terbaru Balita Meninggal Dunia Suspect DBD


Setelah proses penyelidikan lengkap dan berkas dinyatakan P21 (lengkap) dari Polres Jembrana, ia kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana selanjutnya ditahan di Rutan Kelas IIB Negara.

Ia disangkakan pasal berlapis sesuai UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Yo Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

Dengan jeratan pasal tersebut, nantinya tersangka terancam kurungan jeruji besi hingga 20 tahun lamanya.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved