Tragedi Kanjuruhan

PROFIL Dirut PT LIB Akhmad Hadian: Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Sempat Jadi Presiden Fans F1

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (Dirut PT LIB) Akhmad Hadian Lukita resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait Tragedi Kanjuruhan Malang

Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
KOMPAS.com/SUCI RAHAYU
Direktur PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita. Pada Rabu 20 Juli 2022, Akhmad Hadian Lukita menggelar pertemuan dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) di kantor PT LIB. Membahas hal-hal penting yang berkaitan dengan sepak bola menjelang kick-off Liga 1 2022-2023. 

4. Kabagops Polres Malang berinisial Wahyu SS

5. Brimob Polda Jatim berinisial H, serta

6. Kasat Sammapta Polres Malang berinisial BSA

Kapolri menjelaskan jumlah tersangka masih bisa bertambah.

Tanggapan Sebelum Ditetapkan Sebagai Tersangka

Lebih lanjut, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penyelenggara mengaku sangat menyesalkan atas peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang itu.

Adapun Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukitan dalam siaran persnya di Jakarta pada Minggu 2 Oktober 2022 dini hari WIB mengatakan jika Liga 1 Indonesia musim 2022/2023 akan ditunda selama seminggu.

 "Keputusan tersebut kami umumkan setelah kami mendapatkan arahan dari Ketua Umum PSSI (Mochamad Iriawan). Ini dilakukan untuk menghormati semua pihak, sambil menunggu proses investigasi dari PSSI," kata Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita dikutip Tribun-Bali.com dari Antara pada Jumat 7 Oktober 2022.

"Kami prihatin dan sangat menyesalkan peristiwa tersebut. Kami ikut berduka cita dan semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua," kata Akhmad.

Profil Dirut PT LIB, Akhmad Hadian Lukita

Dipilih sebagai Dirut PT LIB pada 13 Juni 2020, Akhmad Hadian Lukita adalah orang pertama yang menjadi Dirut PT LIB tanpa rangkap jabatan.

Akhmad Hadian Lukita lahir di Bandung pada Maret 1965.

Baca juga: Satu Perwira Polisi Tersangka Tragedi Kanjuruhan Sudah Tahu Aturan FIFA Soal Larangan Gas Air Mata

Pada tahun 1999, Akhmad Hadian Lukita dulu ditunjuk sebagai Presiden Indonesia Formula One Society, kelompok penggemar F1 di Indonesia.

Diketahui, Akhmad Hadian lukita memiliki pengalaman 15 tahun di bidang Penelitian/Konsultan IT, Telekomunikasi, Manajemen, Pengembangan Bisnis dan enterprise architecture dan energi.

Selain itu, dalam situs resmi Divusi Institute, Akhmad Hadian Lukita pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT LAPI Divusi pada 2012.

(*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dan Kompas.com.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved