Berita Tabanan
TERTIPU, Dua PMI Ditawari Pergi ke Malaysia, Kini Dilatih Jadi Barista
Mereka dilatih untuk menjadi barista di Sentra Mahatmiya Bali, yang bertempat di Jalan S. Parman Tabanan.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Dan kejadian sebelum pandemi.
Calonya ngomong kalau ngurusin VISA.
Tapi nyatanya memang ditipu,” ucapnya beberapa hari lalu kepada awak media.
Dijelaskannya, bahwa dari Jember ia berangkat menuju ke Purwakarta.
Kemudian, di sana bersama 10 orang selama empat hari.
Mereka sepuluh orang itu disuruh menunggu lantaran VISA masih diurus, tetapi tak kunjung ada kabar.
Sampai terakhir mereka dibawa ke Solo dan Semarang.
Akhirnya, karena tak ada kejelasan, keduanya menghubungi pihak keluarga minta uang untuk ongkos pulang.
“Sampai akhirnya ya minta tolong orangtua.
Dan akhirnya pulang balik ke Jember.
Terus ada tawaran untuk pelatihan ini, dan kami berkenan.
Untuk menambah skill kami juga,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Sentra Mahatmiya Bali, Sumarno Sri Wibowo, menjelaskan pihaknya yang di bawah naungan Kemensos memang tidak hanya lingkup penanganan tuna netra dan disabilitas mental.
Namun, hal semacam permasalah dua remaja itu juga.
Karena memang Sentra Mahatmiya menandingi 13 kabupaten/kota, selain tujuh kabupaten di Bali (minus Klungkung dan Karangasem) juga di wilayah Jawa Timur, seperti Jember dan Lumajang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dua-PMI-tertipu-hendak-pergi-ke-Malaysia.jpg)