Berita Tabanan
TERTIPU, Dua PMI Ditawari Pergi ke Malaysia, Kini Dilatih Jadi Barista
Mereka dilatih untuk menjadi barista di Sentra Mahatmiya Bali, yang bertempat di Jalan S. Parman Tabanan.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Muhammad Fahrul Farizi, 22 tahun.
Dan Danu Ega Ramadani 22 tahun, mengalami nasib tak mengenakan.
Mereka tertipu, saat itu ditawari menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.
Bukan berangkat, mereka terkatung-katung hingga akhirnya balik ke kampung halaman.
Alhasil, mereka pun kini diberikan pendampingan.
Mereka dilatih untuk menjadi barista di Sentra Mahatmiya Bali, yang bertempat di Jalan S. Parman Tabanan.
Baca juga: Ni Luh Djelantik Akan Kerja Sama Dengan LBH, Advokasi 350 Korban Dugaan Penipuan PMI
Baca juga: KASUS Penipuan Pada 350 Calon PMI Bali, Ada yang Sudah Bayar Sampai Rp 30 Juta Lebih
Fauzi menuturkan, bahwa dirinya berasal dari Desa Kencong Jember.
Mereka awalnya hendak menjadi PMI di Malaysia.
Namun, ditipu oleh calo yang mengeruk uang mereka.
Mereka ditawari bekerja sebagai pekerja teknik mesin, usai lulus dari teknik otomotif 2020 lalu.
Sayangnya, mereka tertipu dan sempat terkatung-katung berpindah-pindah daerah di sekitaran Pulau Jawa.
“Jadi saya dan teman ditipu.
Maunya kerja di Malaysia.
Ya sudah kena puluhan juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dua-PMI-tertipu-hendak-pergi-ke-Malaysia.jpg)