Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Tabanan

TERTIPU, Dua PMI Ditawari Pergi ke Malaysia, Kini Dilatih Jadi Barista

Mereka dilatih untuk menjadi barista di Sentra Mahatmiya Bali, yang bertempat di Jalan S. Parman Tabanan.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Tribun Bali/ Angga
Muhammad Fahrul Farizi, 22 tahun. Dan Danu Ega Ramadani 22 tahun, mengalami nasib tak mengenakan. Mereka tertipu, saat itu ditawari menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Bukan berangkat, mereka terkatung-katung hingga akhirnya balik ke kampung halaman. Alhasil, mereka pun kini diberikan pendampingan. Mereka dilatih untuk menjadi barista di Sentra Mahatmiya Bali, yang bertempat di Jalan S. Parman Tabanan. 

Serta juga di NTT.

Nah, keduanya itu setelah pulang ke rumah kemudian ditawari untuk ikut pelatihan.

Agustus 2022 lalu tepatnya.

Dan akhirnya mereka mau dan dilatih menjadi barista.

“Mereka berdua ini korban penipuan, dan kami fasilitasi untuk menambah skill kami tawarkan pelatihan barista dan mereka setuju.

Sekarang sudah 1,5 bulan mereka dilatih," katanya.

Muhammad Fahrul Farizi, 22 tahun.

Dan Danu Ega Ramadani 22 tahun, mengalami nasib tak mengenakan.

Mereka tertipu, saat itu ditawari menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

Bukan berangkat, mereka terkatung-katung hingga akhirnya balik ke kampung halaman.

Alhasil, mereka pun kini diberikan pendampingan.

Mereka dilatih untuk menjadi barista di Sentra Mahatmiya Bali, yang bertempat di Jalan S. Parman Tabanan.
Muhammad Fahrul Farizi, 22 tahun. Dan Danu Ega Ramadani 22 tahun, mengalami nasib tak mengenakan. Mereka tertipu, saat itu ditawari menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Bukan berangkat, mereka terkatung-katung hingga akhirnya balik ke kampung halaman. Alhasil, mereka pun kini diberikan pendampingan. Mereka dilatih untuk menjadi barista di Sentra Mahatmiya Bali, yang bertempat di Jalan S. Parman Tabanan. (Tribun Bali/ Angga)

Menurut Sumarno, apa yang dilatih oleh pihaknya.

Nantinya diharapkan, menjadi bekal bagi mereka untuk berwirausaha mandiri.

Terutama saat pulang ke kampung halamannya nanti.

Di mana pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial melalui Sentra Mahatmiya, tentunya terus memberikan pendampingan dan pembinaan ketrampilan.

Terutama untuk PMI yang bermasalah supaya kembali, ke masyarakat dengan keterampilan yang dimiliki.

“Bisa mereka kembali ke Jember. Atau memang akan kerja di sini juga kami perbolehkan,” bebernya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved