Berita Badung
Tiga Alat Berat Diturunkan PUPR Badung untuk Normalisasi Tukad Mati, Pasca Banjir di Seminyak
Tiga Alat Berat Diturunkan PUPR Badung untuk Normalisasi Tukad Mati, Pasca Banjir di Seminyak
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Marianus Seran
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA –Normalisasi Tukad Mati pasca Banjir di wilayah Seminyak, Kuta Badung langsung dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung.
Bahkan sejumlah alat berat langsung diturunkan ke tukad mati pada Senin, 10 Oktober 2022
Setidaknya ada 3 alat berat di turunkan untuk membersihkan sedimentasi di areal tukad mati itu.
Bahkan diharapkan bisa selesai sampai bulan Desamber 2022 mendatang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung Ida Bagus Surya Suamba mengatakan pembersihan itu dilakukan guna mengantisipasi luapan air sungai.
"Semua ini, dilakukan untuk mengantisipasi adanya banjir susulan terutama Legian dan Seminyak yang menjadi daerah tujuan wisata," kata Surya Suamba.
Baca juga: Kesehatan Mental Penting, Angka Harapan Hidup ODGJ Jauh Lebih Rendah
Pelaksanaan mobilisasi excavator pun mulai dilakukan hari ini. Bahkan langsung excavator amphibi langsung turun ke Tukad Mati.
"Jadi kita gunakan 3 alat berat dengan jenis berbeda," tegasnya.
Menurutnya, pembersihan sedimentasi Tukad Mati ini akan berlangsung hingga Desember 2022.
Untuk pengerjaannya akan dilakukan langsung oleh tim Pemeliharaan PUPR.
"Perkiraan pengerjaan normalisasi dua bulan. Untuk alat berat yang digunakan ada dua excavator amphibi, satu excavator spider, dan satu satu tongkang penampung sedimentasi," jelasnya.
Disinggung terkait panjang sungai yang akan dinormalisasi, birokrat asal Tabanan tidak menjelaskan secara detail.
Hanya saja dirinya mengaku pembersihan akan dilakukan disepanjang muara Tukad Mati.
Baca juga: Bunuh Diri Jadi Penyebab Kematian Nomor Dua Setelah Kecelakaan Pada Usia Muda
"Lokasinya di Legian sampai ke muara Tukad Mati di Patasari. Itu kita bersihkan, sehingga tidak lagi ada air yang meluap saat hujan deras," imbuhnya.