Berita Bali

Demi Kelancaran KTT G20, Pemprov Bali Minta Warga Tak Main Layangan

Berbagai persiapan untuk sambut KTT G20 di Bali sudah dirancang matang-matang oleh Pemerintah Provinsi Bali.

ISTIMEWA
ilustrasi layang-layang 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Berbagai persiapan untuk sambut KTT G20 di Bali sudah dirancang matang-matang oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Demi keamanan selama event ini berlangsung, Pemprov Bali meminta agar masyarakat tidak menaikkan layang-layang saat penyelenggaraan KTT G20 di bulan November nanti.

Seperti yang diketahui bersama, Bali menjadi tuan rumah untuk KTT G20 pada 15-16 November 2022 mendatang.

Maka dari itu Pemprov Bali bersama stakeholder terkait hingga kini secara intensif berkoordinasi dalam rangka menyukseskan pelaksanaan KTT G20.

Gubernur Bali Wayan Koster bersama MDA Provinsi Bali dalam jumpa pers di Rumah Jabatan Jayasabha.
Gubernur Bali Wayan Koster bersama MDA Provinsi Bali dalam jumpa pers di Rumah Jabatan Jayasabha. (Tribun Bali/Wahyuni Sari)

“Imbauan untuk tidak menaikkan layang layang saat pelaksanaan KTT G20 untuk hal ini perlu diingatkan dan disosialisasikan ke masyarakat agar tidak menimbulkan gangguan terhadap penerbangan dan sistem kelistrikan yang dapat mengganggu kelancaran dan kenyamanan pelaksanaan KTT G20,” kata, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Satgas Lintas Sektoral Pengamanan Jaringan Kelistrikan Bali pada, Jumat 14 Oktober 2022.

Lebih lanjutnya ia memaparkan penataan bermain layang-layang Bali telah diatur dalam Surat Edaran Gubernur Bali No 82 Tahun 2022 tentang Penataan/ Perapian Pohon dan Bermain Layang-Layang di Provinsi Bali.

Dimana dalam SE ini diatur beberapa hal diantaranya dilarang bermain layang-layang atau balon udara di bawah transmisi jaringan tenaga listrik serta dilarang menginapkan layang-layang guna mengurangi risiko layang layang terjatuh atau benangnya bergesekan dengan instalasi jaringan listrik tegangan rendah / menengah.

Untuk itu, Dewa Indra meminta masyarakat untuk melaksanakan surat edaran tersebut dengan sebaik baiknya, disamping untuk keselamatan masyarakat saat bermain layang-layang juga untuk mengamankan kontinuitas aliran listrik di tengah masyarakat.

"Selama persiapan hingga penyelengaraan KTT G20 nanti, kami mengimbau masyarakat untuk tidak menaikkan layang-layangnya untuk menghindari terjadinya gangguan baik terhadap jalur penerbangan maupun jaringan kelistrikan kita. Mari kita bahu membahu, bersinergi agar even ini berjalan aman dan nyaman. Saya yakin masyarakat Bali sangat siap untuk bersama sama menyukseskan Presidensi G20 ini,“ sambungnya.

Imbauan penghentian menaikkan layang layang saat even KTT G20 berlangsung serta penerapan SE Gubernur Bali No 82 Tahun 2022 ini mendapat apresiasi serta dukungan dari komunitas layang layang di Bali. Ketua Komunitas Layangan Pelangi I Kadek Armika dan Wakil Umum Ketua Layangan Cerdas I Nyoman Sudita SH. MH sepakat menyampaikan komitmennya mendukung gelaran G20 dan penerapan SE Gubernur Bali tersebut. Pihaknya siap tidak menaikkan layang-layang terutama di Bulan Nopember untuk menjaga keamanan dan keandalan kelistrikan di Bali, khususnya menyukseskan pelaksanaan Presidensi G20. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved