Berita Nasional

Momen Haru Saat Bharada E Bersimpuh di Kaki Ibunda Brigadir J Memohon Maaf Sambil Tahan Tangis

Bharada E, alias Eliezer Pudihan Lumiu, berlutut memohon maaf kepada ibunda mendiang Brigadir J. Menjadi momen haru saat persidangan.

Tribun Medan via Kompas TV
Ada momen haru tampak, dalam persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J.  Di mana saat Bharada E, alias Eliezer Pudihan Lumiu, berlutut memohon maaf kepada ibunda mendiang Brigadir J.  Tentu saja momen haru ini, memantik aksi publik, di mana masih banyak yang mendukung Bharada E.  Khususnya untuk mengungkapkan kejahatan, atas pembunuhan berencana Brigadir J oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.  Serta apa yang mendasari motif pembunuhan Brigadir J itu.  

TRIBUN-BALI.COM - Ada momen haru tampak, dalam persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J

Di mana saat Bharada E, alias Eliezer Pudihan Lumiu, berlutut memohon maaf kepada ibunda mendiang Brigadir J

Tentu saja momen haru ini, memantik aksi publik, di mana masih banyak yang mendukung Bharada E

Khususnya untuk mengungkapkan kejahatan, atas pembunuhan berencana Brigadir J oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi

Serta apa yang mendasari motif pembunuhan Brigadir J itu. 

Dilansir dari Tribun Medan, Bharada E bersimpuh memohon maaf kepada orangtua Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022).

Baca juga: Tangis Adik Kandung Brigadir J Pecah di Persidangan Bharada E, Dia Dilarang Lihat Jenazah Sang Kakak

Baca juga: Ferdy Sambo Siap Ungkap Isi Catatan dalam Buku Hitam yang Jadi Sorotan Karena Selalu Dibawa Sidang

Ada momen haru tampak, dalam persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J. 

Di mana saat Bharada E, alias Eliezer Pudihan Lumiu, berlutut memohon maaf kepada ibunda mendiang Brigadir J. 

Tentu saja momen haru ini, memantik aksi publik, di mana masih banyak yang mendukung Bharada E. 

Khususnya untuk mengungkapkan kejahatan, atas pembunuhan berencana Brigadir J oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. 

Serta apa yang mendasari motif pembunuhan Brigadir J itu. 
Ada momen haru tampak, dalam persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J.  Di mana saat Bharada E, alias Eliezer Pudihan Lumiu, berlutut memohon maaf kepada ibunda mendiang Brigadir J.  Tentu saja momen haru ini, memantik aksi publik, di mana masih banyak yang mendukung Bharada E.  Khususnya untuk mengungkapkan kejahatan, atas pembunuhan berencana Brigadir J oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.  Serta apa yang mendasari motif pembunuhan Brigadir J itu.  (Tribun Medan via Kompas TV)

 

Bharada E sebagai terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J, mengakui telah menembak Yosua Hutabarat sebanyak empat kali.

Ia menyampaikan permohonan maafnya, secara langsung atas perbuatan yang dilakukannya terhadap mendiang Brigadir Yosua.

Permohonan maaf yang dilakukan Bharada E, dilakukan pertama kali kepada Samuel Hutabarat yang merupakan ayah dari mendiang Brigadir J.

Dilanjutkan bersimpuh ke Ibu dari mendiang Brigadir J yakni Rosti Simanjuntak.

Tidak terdengar apa yang disampaikan Bharada E dalam permohonan maafnya kepada orangtua mendiang Brigadir J.

Ada momen haru tampak, dalam persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J. 

Di mana saat Bharada E, alias Eliezer Pudihan Lumiu, berlutut memohon maaf kepada ibunda mendiang Brigadir J. 

Tentu saja momen haru ini, memantik aksi publik, di mana masih banyak yang mendukung Bharada E. 

Khususnya untuk mengungkapkan kejahatan, atas pembunuhan berencana Brigadir J oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. 

Serta apa yang mendasari motif pembunuhan Brigadir J itu. 
Ada momen haru tampak, dalam persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J.  Di mana saat Bharada E, alias Eliezer Pudihan Lumiu, berlutut memohon maaf kepada ibunda mendiang Brigadir J.  Tentu saja momen haru ini, memantik aksi publik, di mana masih banyak yang mendukung Bharada E.  Khususnya untuk mengungkapkan kejahatan, atas pembunuhan berencana Brigadir J oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.  Serta apa yang mendasari motif pembunuhan Brigadir J itu.  (Tribun Medan via Kompas TV)

Tapi wajah penuh penyesalan dan mata yang menahan tangis, menggambarkan langkah gentlenya mengakui kesalahan yang diperbuat.

Ibunda mendiang Brigadir J, terlihat mengangguk saat menerima tangan Bharada E yang memohon maaf.

Begitu pun dengan Ayah dari mendiang Brigadir J.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved