Human Interest
Petani di Bangli Manfaatkan Oven Buatan Sendiri untuk Keringkan Gabah
Petani di Bangli menggunakan oven yang dibuat manual untuk mengeringkan gabah. Hal ini dilakukannya saat musim hujan tiba dan gabah susah kering.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Musim hujan menjadi salah satu kendala para petani di Bangli, khususnya saat masa panen.
Pasalnya gabah yang telah dihasilkan akan susah kering, akibat minimnya cahaya/panas matahari.
Namun hal tersebut nampaknya tidak lagi menjadi kendala. Dewa Gede Bayu misalnya, petani asal Banjar Tambahan Bakas, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku ini memanfaatkan oven untuk mengeringkan gabah.
Malah dengan oven, diakui proses pengeringan menjadi lebih cepat.
Baca juga: Belum Ditemukan Kasus Penyakit Ginjal Akut, Dinkes Bangli Larang Sementara Peredaran Obat Sirup
"Kalau pengeringan biasa atau manual dengan cara dijemur, itu butuh waktu dua hari sampai benar-benar kering. Sedangkan dengan oven hanya butuh empat sampai delapan jam saja, tergantung volume air yang terkandung di gabah. Selain itu proses pengeringan dengan oven lebih merata," ujarnya ditemui Minggu (30/10/2022).
Demikian pula dengan volume gabah. Diakui jika menggunakan oven, jumlah gabah yang dikeringkan tidak akan berkurang.
"Kalau dengan manual seringkali gabah akan terbawa angin, atau dimakan ayam. Sehingga jumlahnya berkurang," kata dia.
Baca juga: Kejaksaan Negeri Bangli Blender 5 Gram Narkotika Jenis Sabu
Dewa Bayu mengungkapkan, pihaknya membuat mesin oven gabah secara manual.
Berawal saat ia mencari cara mengeringkan gabah di internet, hingga akhirnya menemukan mesin blower yang fungsinya untuk mengeringkan pakaian.
"Selanjutnya saya tanya-tanya ke penjual mesin itu, apakah alat ini juga bisa mengeringkan biji-bijian. Ternyata bisa. Alhasil saya beli mesin blower," ujar pria yang juga membuka usaha penyosohan gabah ini.
Memang diakui Dewa Bayu, ada oven yang secara khusus untuk mengeringkan gabah. Hanya saja alat tersebut harganya sangat mahal, yakni mencapai Rp 30 jutaan.
Baca juga: Kejaksaan Negeri Bangli Blender 5 Gram Narkotika Jenis Sabu
"Itu sudah lengkap dan siap pakai. Kalau hanya blower saja harganya Rp15 juta hingga Rp17 juta. Alhasil saya memilih untuk beli blower saja, walaupun harus membuat kelengkapannya. Misalnya bak oven hingga ruang penghantar suhu panasnya," ucap dia.
Seperti kata pepatah, usaha tidak menghianati hasil, dari eksperimennya tersebut, pria 31 tahun ini akhirnya mampu menyiasati pengeringan gabah saat musim penghujan.
Kata dia, bak oven ukuran 2,5 meter x 2 meter itu mampu menampung hingga 1 ton gabah.
Ia juga membuka jasa pengeringan gabah untuk petani sekitar. Di mana rata-rata petani sekitar mampu menghasilkan 20 karung gabah.
Yang mana 1 karung beratnya 50 kilogram gabah.
"Rata-rata petani di sini ambil paket, jadi sekalian oven sekalian juga digiling gabahnya. Untuk biaya, saya ambil dedaknya dari jasa oven gabah. Sedangkan biaya penggilingan saya ambil 1 kilogram beras per 10 kilogram beras," tandasnya. (*)
Berita lainnya di Berita Bangli
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Dewa-Gede-Bayu-baju-hitam-saat-menjelaskan-kerja-oven-gabah-miliknya.jpg)