Berita Karangasem
Sungai di Karangasem Alami Pendangkalan Pasca Bencana Banjir Bandang
Bencana banjir bandang serta luapan air sungai di Karangasem mengakibatkan pendangkalan terhadap badan sungai.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Bencana banjir bandang serta luapan air sungai di Karangasem mengakibatkan pendangkalan terhadap badan sungai.
Di antaranya badan Sungai Unda di Sidemen, Telagawaja, Santi di Selat, Bah Api di Bebandem, Ketes, dan Sungai Buhu.
Kabid Sumber Daya Air, Dinas PUPR Karangasem, I Made Wiguna menjelaskan, beberapa aliran sungai mengalami pendangkalan saat bencana alam dua minggu yang lalu.
Pendangkalan ini terjadi karena material dan pepohonan dari hulu terbawa arus air sungai hingga merusak sawah warga.
Baca juga: Pakai Bambu dan Batang Kelapa, Warga Telagatawang dan Talibeng Karangasem Bangun Jembatan Darurat
"Bencana kemarin lumayan banyak dampaknya ke sungai. Ada mengalami pendangkalan, sedimentasi, perubahaan alur, dan pelebaran. Seperti di Tukad Bah Api, Unda, Santi, Buhu,"ungkap Made Wiguna pada Tribun Bali, Senin (31/10/2022) siang hari.
Untuk normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan akibat bencana dua minggu belum bisa dianggarkan tahun 2022, mengingat anggaran perubahan sudah diketuk.
Kemungkinan normalisasi yang membutuhkan anggaran sedikit bisa diusulkan di 2023, dan yang besar diusulkan ke pusat.
Baca juga: Senderan Jebol, 4 Rumah Warga di Bugbug Karangasem Terancam Tergerus Air Sungai
"Untuk di perubahan 2022, ada tiga lokasi sungai yang dinormalisasi. Yakni di Tukad Buatan Manggis, nilainya 100 juta. Tukad Deling Kubu, nilainya sebanyak 150 juta, dan terakhir yakni Tukad Ketes di Abang nilainya 150 juta," tambah Wiguna, sapaannya.
Sedangkan untuk sungai besar yang mengalami pendangkalan akan diusulkan ke Balai Wilayah Sungai karena anggaran yang dibutuhkan besar.
"Sekarang akan kita rapatkan terlebih dulu. Titik - titik mana yang akan diusulkan ke BWS, dan mana kabupaten," imbuh I Made Wiguna.
Baca juga: VIRAL, Siswa Angkut Motor Saat Aliran Sungai di Wilayah Karangasem Ini Meluap!
Selain sungai yang mengalami pendangkalan, beberapa saluran irigasi petani mengalami kerusakan.
Seandainya dibiarkan, dikhawatirkan petani kesulitan saat bercocok tanam.
"Saluran irigasi bendungan yang mengalami kerusakan sekitar 37 titik. Ini berdampak ke petani,"akui pejabat dari Sidemen. (*)
Berita lainnya di Berita Karangasem
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Aliran-air-sungai-buhu-yang-melintasi-Desa-Bugbug-23.jpg)