Penebasan di Bangli
Kasus Penebasan di Bangli, Pelaku Serahkan Diri ke Polsek, Komang Mertayasa Alami 8 Luka Tebasan
Kasus Penebasan di Bangli, Komang Mertayasa dilarikan ke IGD RSU Bangli, ada 8 luka tebasan di badan dan kepalanya.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Komang Mertayasa, warga asal Desa Batur Tengah, Kintamani dilarikan ke IGD RSU Bangli, Rabu 2 November 2022 malam.
Dia datang dengan bersimbah darah, serta tubuh penuh luka tebasan.
Ada 8 luka tebasan di badan dan kepalanya.
Informasi yang dihimpun, Mertayasa ditemukan warga di sebuah tegalan wilayah Banjar Taksu Desa Batur Selatan, Kintamani.
Baca juga: KRONOLOGI Kasus Penebasan di Kuta Badung, Berawal dari Permasalahan Status Hubungan Pelaku & Korban
Karena kondisinya yang parah, ia selanjutnya dilarikan ke RSU Bangli.
Kapolsek Kintamani, Kompol Ruli Agus Susanto SH MH, Kamis 3 November 2022, mengakui hal tersebut.
Berdasarkan keterangan yang didapat, jelasnya, diketahui bahwa Mertayasa merupakan mantan pacar dari istrinya Made Umbara sekitar dua tahun silam.
"Keduanya saat ini sudah sama-sama menikah. Namun mungkin dulu saat pacaran, ada sesuatu hal yang selanjutnya digunakan Mertayasa untuk mengancam istri Made Umbara. Mengancamnya itu istilahnya mau di-share ke media sosial, mau dikasih tahu suaminya, keluarganya," ujar Kapolsek.
Lanjutnya, Made Umbara sendiri sejatinya memahami keadaan sang istri, serta sejauh apa istrinya saat pacaran dulu.
Sebab dua pekan sebelumnya, sang istri sudah mengaku semuanya pada Made Umbara.
Namun karena terus-terusan di-chat untuk dimintai uang, dengan ancaman akan disebarkan ke media sosial, sehingga handphone sang istri dipegang oleh Made Umbara.
"Ancaman itu diperkirakan sudah sejak setahun lebih. Namun kami masih melakukan pendalaman lagi, karena korban belum bisa dimintai keterangan," jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, setelah handphone istrinya dibawa Made Umbara, selanjutnya pria 26 tahun itu memancing Mertayasa dan janjian bertemu di belakang rumah, yang berlokasi di Banjar Taksu Desa Batur Selatan, Kintamani, Bangli, Bali, Rabu 2 November 2022, pukul 18.00 Wita.
Mengetahui Mertayasa akan datang, Made Umbara kemudian mengambil sebilah pisau besar (blakas) di dapur, dan bersembunyi di kebun.
"Korban datang diantar oleh rekannya. Namun rekannya disuruh pulang, sedangkan korban jalan ke rumah terlapor," ucapnya.