Berita Denpasar

Pelinggih Ratu Niang Sakti di Denpasar, Terbuka Untuk Seluruh Umat Nunas Kesehatan Hingga Rezeki

Pelinggih Ratu Niang Sakti, Terbuka Untuk Seluruh Umat Nunas Kesehatan, Rejeki, Hingga Jodoh, Semakin Ramai Berkat Internet, Harap Bisa Dipugar

Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Putu Yunia Andriyani
Anak Agung Ngurah Gede Agung alias Turah Belanda, pemangku Pelinggih Ratu Niang Sakti menuturkan Pelinggih terbuka untuk seluruh umat asalkan yakin dalam bersembahyang - Pelinggih Ratu Niang Sakti di Denpasar, Terbuka Untuk Seluruh Umat Nunas Kesehatan hingga Rezeki 

Selain menghaturkan sembah bakti, pemedek juga bisa melukat di pelinggih ini dengan membawa banten pejati.

“Dari jam 9 pagi biasanya sudah bisa melukat dan akan ramai kalau sudah semakin malam. Kalau ramai, saya akan ajak pemedek untuk melukat di kelebutan air di Griya Taman Beji di bawah ini,” tambah Turah.

Pelinggih Ratu Niang ini dibuka untuk pemedek setiap hari, namun akan sangat ramai saat hari raya keagamaan, terutama pada hari raya Purnama.

Sudah banyak pemedek yang datang ke Pelinggih Ratu Niang Sakti ini, mulai dari Bali bahkan dari luar Bali seperti Jawa dan Sumatera.

Pemedek yang datang berasal dari berbagai lapisan mulai dari pedagang, pengusaha, pejabat pemerintahan, notaris, dan pilot.

Bahkan ia juga pernah kedatangan Wakapolres dan anak buah mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla yang berasal dari Jakarta.

Tidak hanya umat Hindu, Pelinggih Ratu Niang ini juga terbuka untuk seluruh umat agama lainnya untuk menghaturkan sembah bakti di pelinggih.

“Semua bisa sembahyang ke sini karena di sini tidak memandang agama. Tidak membawa sarana pun tidak apa-apa yang penting yakin,” tegas Turah.

Jika datang ke sini, pemedek tidak perlu heran apabila ada pemangku atau pemedek yang kerauhan.

Hal itu sudah biasa terjadi, menurut penuturan Turah, memberikan arti adanya petunjuk dari Ratu Niang kepada para pemedek.

Dengan kemajuan teknologi saat ini yang memudahkan publikasi, Pelinggih Ratu Niang Sakti semakin banyak dikenal dan ramai dikunjungi.

Turah sendiri mengaku sudah ada tujuh wartawan yang pernah mewawancarai dirinya.

“Semoga semakin banyak pemedek yang datang ke sini untuk menghaturkan sembah bakti. Apabila mengaturkan sesangian di pelinggih ini diharapkan agar tidak lupa untuk membayarnya,” jelas Turah.

Perhatian pemerintah juga tidak lepas untuk pemaksimalan Pelinggih Ratu Niang Sakti ini.

Berapa pun jumlahnya, Turah selalu mensyukuri pemberiannya dan memanfaatkannya dengan baik.

Ia berharap, apabila ada rezeki ia ingin melakukan pemugaran terhadap Pelinggih Ratu Niang Sakti ini.

Hal ini karena lokasi pelinggih yang kecil perlu disesuaikan dengan jumlah pemedek yang semakin banyak. (*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved