Kebakaran di Pura Uluwatu

Tersambar Petir, Pelinggih Utama Pura Uluwatu Terbakar, Pemadaman Sampai 4 Jam

Pura Uluwatu Badung terbakar, bangunan meru dengan tumpang tiga itu mendadak keluar api

Capture FB Dinas Kebakaran Dan Penyelamatan Kabupaten Badung
Capture Video kebakaran yang menimpa pelinggih utama Pura Uluwatu, Badung, Bali, Selasa 8 November 2022 - Tersambar Petir, Pelinggih Utama Pura Uluwatu Terbakar, Pemadaman Sampai 4 Jam 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Masyarakat Desa Pecatu khususnya pengempon Pura Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali, Selasa 8 November 2022, dikagetkan dengan terbakarnya bangunan meru di Pura Uluwatu.

Bangunan meru dengan tumpang tiga itu mendadak keluar api pada tumpang bagian atas yang berbahan ijuk.

Sejumlah warga pun datang dengan tujuan memadamkan apinya.

Hanya saja tidak bisa berbuat banyak, mengingat titik kebakaran sangat tinggi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran Pelinggih Utama Pura Uluwatu Bertepatan Bulan Purnama

Kendati demikian, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Badung pun langsung menuju lokasi, setelah mendapatkan laporan kebakaran tersebut.

Kebakaran itu pun pertama kali diketahui oleh jero mangku Gede Sentana (46) yang merupakan mangku setempat.

Menurut informasi, kebakaran itu diketahui sekitar pukul 20.45 Wita.

Diskarmat pun langsung berangkat pada pukul 20.47 Wita dan sampai 20.52 Wita.

Ketua Regu Damkar Badung Komang Guna seijin Kadis Damkar Badung Wayan Wirya, tak menampik hal tersebut, saat dikonfirmasi, Rabu 9 November 2022.

Pihaknya mengaku dalam pemadaman api di Pura Uluwatu lumayan lama.

Mengingat Pura Uluwatu tidak ada akses mobil sampai dekat dengan ke titik api.

"Dengan berbagai upaya, tim Sapugeni Badung melakukan penyambungan selang dan yang lainnya, hingga air sampai ke pura. Sehingga kita bisa melakukan pemadaman," jelasnya.

Diakui titik kebakaran juga tinggi, sehingga lama penanganan sampai 4 jam lamanya.

Pihaknya mengakui, kesulitan Diskarmat atau Damkar Badung dalam melakukan penanganan yakni akses pura sangat jauh dari parkir mobil

"Kita sampai bawa 8 mobil pemadam atau BW, diantaranya Pos Majapahit BW 26 dan 20, Pos Kunti BW 18, Pos BPG BW 21 dan 03, Pos ITDC BW 12 dan Pos INDUK BW 25 dan 05. Dalam kebakaran ini, kita menghabiskan 50.000 liter air. Namun syukur api bisa dipadamkan, sehingga bisa menyelamatkan bangunan yang lainnya," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved