G20 di Bali
Penjual Kecipratan Pesanan 230 Penjor untuk KTT G20 di Bali, Satu Penjor Dihargai Rp1 Juta
Sepanjang jalan yang akan dilintasi oleh para delegasi dan Kepala Negara KTT G20 di Bali akan dihiasi megahnya penjor.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Sepanjang jalan yang akan dilintasi oleh para delegasi dan Kepala Negara KTT G20 di Bali akan dihiasi megahnya penjor.
Rencananya sebanyak 2.500 penjor akan terpasang di jalanan Bandara hingga Nusa Dua.
Tentunya ini membawa berkah bagi pelaku UMKM di Bali.
Baca juga: Momentum Bangkitkan Medical Tourism dan Pemulihan Ekonomi, RSUD Bali Mandara Siap Dukung G20
Salah satu penjual penjor, I Gede Doddy Budiartha mengatakan ia harus menyediakan 230 batang penjor untuk perhelatan KTT G20.
Ia pun juga mengajak kurang lebih 28 orang tenaga kerja untuk membuat 230 penjor.
Dari 28 tenaga kerja tersebut, ada 10 orang yang bertugas melakukan pemasangan ke lokasi, 6 orang merakit dan sekitar 12 orang yang membuat ornamen (menjahit bahan).
Baca juga: Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy Sama-sama Tak Hadiri KTT G20, Simak Alasannya!
“Pengerjaan kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 8 hari hingga pemasangan. Pemasangan sudah dari Minggu, kemarin pasang lagi sekitar 80 penjor. Hari ini akan kembali pasang hingga hari-hari berikutnya, sampai selesai,” ungkapnya pada, Kamis 10 November 2022.
Harga untuk satu buah penjor yang dijualnya bervariasi, ada yang hingga Rp1 juta per batang dan di bawah Rp1 juta per batang.
Demikian dikatakannya, pembuatan penjor ini memiliki ketentuan.
Baca juga: Angkasa Pura I Siapkan 66 Parking Stand Pesawat Untuk Pesawat VVIP KTT G20 di Bali
Seperti menggunakan 2 janur, menggunakan prasok (bukan padi), sampian yang digunakan tumpang 2 serta ada ketentuan tinggi minimal yang harus dipenuhi.
Disinggung terkait awal mula mendapatkan projek pengadaan penjor ini, Owner UD Lumbung Sedana ini mengaku, awalnya ditawarkan oleh Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung.
Namun ia memberikan saran di awal agar pihak MDA juga mencari pelaku UMKM yang lain untuk turut ikut mengerjakan penjor ini.
“Sisanya, berapapun saya siap, termasuk untuk kelengkapan penjor yang dibutuhkan juga kami siap. Akhirnya MDA datang lagi dan masih sisa 230 penjor yang saya dapatkan,” tambahnya.
Demikian Doddy mengaku sangat bersyukur dengan digelarnya KTT G20 di Bali yang menurutnya secara umum akan memberi imbas kepada pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Secara spesifik, Doddy juga mengaku merasa sangat luar biasa dengan diadakan perhelatan dunia ini, terlebih pelaku UMKM turut dilibatkan.
“Dengan penggunaan penjor ini, kami dari UD Lumbung Sedana dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang saat ini sedang tidak bekerja. Ini adalah rejeki bagi sebagian lapisan masyarakat yang memiliki usaha di bidang pembuatan penjor,” tutupnya. (*)
Berita lainnya di G20 di Bali