G20 di Bali

Joe Biden dan Xi Jinping Akan Bertemu di Bali Hari Ini, Bahas Taiwan hingga Menstabilkan Hubungan

Pertemuan ini akan membahas banyak hal antara lain kekhawatiran AS atas Taiwan, perang Rusia di Ukraina dan ambisi nuklir Korea Utara.

LINTAO ZHANG / POOL / AFP
Presiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Wakil Presiden AS Joe Biden (kiri) di dalam Aula Besar Rakyat di Beijing pada 4 Desember 2013. Biden tiba di Beijing untuk menyampaikan keprihatinan atas zona udara China yang meningkatkan ketegangan regional, mencari untuk meningkatkan hubungan sementara juga menggarisbawahi aliansi dengan Tokyo dan Seoul. Perjalanannya menyusul kehebohan selama berminggu-minggu setelah Beijing mendeklarasikan "zona identifikasi pertahanan udara" (ADIZ) yang meliputi pulau-pulau Laut China Timur yang disengketakan dengan Jepang. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Joe Biden dan Xi Jinping Bertemu di Bali Hari Ini, Bahas Taiwan hingga Menstabilkan Hubungan

Presiden Amerika Serikat telah mendarat di Bali pada Minggu malam (13/11).

Baca juga: BULOG Hadiri dan Sukseskan Forum Ketahanan Pangan Global G20

Baca juga: BULOG Hadiri dan Sukseskan Forum Ketahanan Pangan Global G20

Setelah menjabat sebagai Presiden Amerika, Joe Biden akan bertemu langsung dengan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan akan tiba di Bali pada hari ini Senin (14/11).

Pertemuan ini akan membahas banyak hal antara lain kekhawatiran AS atas Taiwan, perang Rusia di Ukraina dan ambisi nuklir Korea Utara.

Mengutip Reuters, pertemuan langsung yang telah lama ditunggu-tunggu itu terjadi ketika hubungan antara kedua negara merosot ke titik terendah dalam beberapa dekade. Keduanya akan bertemu di Pulau Bali, Indonesia menjelang KTT G20.

Joe Biden menghadiri pertemuan di belakang kemenangan besar domestik dengan Demokrat merebut kendali Senat, sebuah perkembangan yang diakui oleh para pemimpin global.

Sementara Xi Jinping mengamankan masa jabatan ketiga yang belum pernah terjadi sebelumnya bulan lalu.

"Saya tahu saya datang lebih kuat tetapi saya tidak membutuhkan itu. Saya tahu Xi Jinping, saya menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya daripada pemimpin dunia lainnya." kata Biden kepada wartawan di Kamboja pada hari Minggu setelah hasil Senat.

"Tidak pernah salah perhitungan tentang ... di mana kita masing-masing berdiri."

Joe Biden yang sedang dalam rangkaian lawatannya ke berbagai negara, seperti menghadiri KTT iklim internasional di Mesir dan pertemuan ASEAN dan KTT Asia Timur di Kamboja menjelang G20, berharap untuk membangun landasan hubungan dengan China dan memastikan di sana adalah aturan yang mengikat persaingan antara kedua negara.

Biden baru-baru ini mengatakan dia tidak mau membuat konsesi mendasar ketika dia bertemu Xi, dan bahwa dia ingin kedua pemimpin itu meletakkan "garis merah" mereka dan menyelesaikan area konflik.

Gedung Putih menyatakan, pertemuan tersebut tidak mungkin menghasilkan hasil yang nyata dan tidak ada pernyataan bersama yang diharapkan, tetapi itu dapat membantu menstabilkan hubungan yang ditandai dengan meningkatnya ketegangan atas masalah-masalah mulai dari Hong Kong dan Taiwan hingga Laut China Selatan, praktik perdagangan koersif, dan pembatasan AS pada teknologi Cina.

Biden dan Xi Jinping telah melakukan lima panggilan telepon atau video sejak Biden menjabat pada Januari 2021.

Mereka terakhir bertemu langsung selama pemerintahan Obama.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved