G20 di Bali

Tembus Pasar Luar Negeri, Produk Ramah Lingkungan UMKM Asal Bali Dipamerkan di G20

Produk UMKM di Bali ternyata banyak tembus pasar luar negeri. Salah satunya produk Aromaterapi yang dihasilkan CV Bali Ayu.

Istimewa
Beberapa tampilam produk UMKM Bali Ayu yang dipamerkan di Pameran Hotel Mulia pada Perhelatan G20-Bali pada Selasa 15 November 2022 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Produk UMKM di Bali ternyata banyak tembus pasar luar negeri. Salah satunya produk aromaterapi yang dihasilkan CV Bali Ayu.

Bahkan kini produk-produk yang ramah lingkungan itu pun dipamerkan pada event G20-Bali.


Komang Yatik pemilik CV Bali Ayu dalam siaran pers Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) pada Selasa 15 November 2022 menjelaskan bahwa dirinya merintis CV Bali Ayu sejak tahun 1998.

Baca juga: Waswas Delegasi Datang Mendadak, Penjagaan Objek Wisata Diperketat Selama G20 di Bali

Awalnya produk yang pertama dihasilakan yakni produk aromaterapi dengan kapasitas produksi sampai dengan 100 buah.


"Awal hanya Aromaterapi saja yang kami hasilkan dan langsung dipasarkan," katanya


Diakui, ketika mendirikan usaha ini, dirinya pun memiliki tujuan mulia bahwa dengan keberadaannya Bali Ayu dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Bahkan dari awal pihaknya melibatkan sejumlah kelompok Ibu Rumah Tangga (IRT) untuk mengolah kelapa menjadi virgin oil untuk dipasok kembali ke Bali Ayu. 

Baca juga: Rp400 Juta untuk Siapkan Penari Pendet, Menyambut Kepala Negara di KTT G20 di Bali


"Dalam proses produksi pembuatan produk aromaterapi dan kosmetik kami hanya menggunakan bahan-bahan alami dan juga menggunakan limbah bekas upacara adat Bali seperti batok kelapa dan dagingnya untuk diolah menjadi handicraft,” terang Komang.


Usaha yang menerapkan prinsip zero waste dalam proses produksinya  kata Komang menggunakan bahan baku yang berasal dari bahan-bahan alami tanpa campuran bahan kimia.

Bhakan untuk  pertama kalinya di tahun 1999 usaha yang dirintis oleh Komang mampu menembus pasar ekspor Italia melalui produk lilin aromaterapi.

Baca juga: Keamanan Indo Pasifik Jadi Pembahasan Presiden Jokowi & Joe Biden Pada KTT G20 di Bali


"Saat ini kapasitas produksinya mencapai 10.000 unit dalam berbagai ragam produk kosmetik dan aromaterapi yang diekspor ke berbagai negara di Eropa dan Asia seperti Italia, Prancis, Jerman dan Korea, serta Kanada dan Rusia," bebernya


Untuk tenaga kerja, saat di CV Bali Ayu lebih dari 98 persen tenaga kerjanya adalah perempuan termasuk kelompok ibu rumah tangga Sriwedari berjumlah 15 orang.

IRT itu pun mengolah bahan baku di rumah mereka masing-masing.


"Jadi kami sudah menerapkan konsep bekerja dari mana saja," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved