G20 di Bali

Pawang Hujan Saat KTT G20 di Bali, Jero Pasek Akui Tidak Ada Uleman, Tetap Doakan Kesuksesan

Jero Pasek selaku pawang hujan kondang di Bali, dikabarkan tidak ikut serta secara langsung dalam mengantisipasi hujan di perhelatan KTT G20 Bali.

Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TB/Istimewa
Salah satu pawang hujan yang cukup tersohor di Bali, adalah Jero Pasek.  Jero Pasek selaku pawang hujan kondang di Bali, dikabarkan tidak ikut serta secara langsung dalam mengantisipasi hujan di perhelatan KTT G20 Bali. 

Sehingga pada saat kunjungan tersebut ia tidak ke lokasi kegiatan di Tahura Ngurah Rai.

Walaupun demikian, baik dihubungi maupun tidak, Jero Pasek mengatakan tetap membantu mendoakan kegiatan G20.

Sebagai warga Bali, ia mempunyai kewajiban untuk mendukung pelaksanaan G20 sesuai kapasitasnya agar dapat berjalan dengan lancar.

“Pasti kita tetap membantu sebagai orang Bali karena tempat kegiatannya di Bali.

Masa kita cuek? minta atau gak diminta kita pasti tetap bantu,” tutur Jero Pasek.

Ilustrasi - Ada fenomena unik pada perhelatan KTT G20 di Bali. 

Di mana area Nusa Dua dan sekitarnya, yang menjadi venue utama KTT G20 terlihat terang benderang, dengan cuaca terik. 

Padahal saat ini, Bali masih memasuki musim hujan. 

Selain wilayah Nusa Dua dan sekitarnya, nampak hujan di mana-mana. 

Tak ayal, banyak yang menduga ada bantuan pawang hujan, untuk melancarkan pertemuan kelas dunia ini. 
Ilustrasi - Ada fenomena unik pada perhelatan KTT G20 di Bali.  Di mana area Nusa Dua dan sekitarnya, yang menjadi venue utama KTT G20 terlihat terang benderang, dengan cuaca terik.  Padahal saat ini, Bali masih memasuki musim hujan.  Selain wilayah Nusa Dua dan sekitarnya, nampak hujan di mana-mana.  Tak ayal, banyak yang menduga ada bantuan pawang hujan, untuk melancarkan pertemuan kelas dunia ini.  (freepik)

Menurut batinnya, ia merasa ada yang mau meminta tolong kepada Jero Pasek.

Tetapi hal tersebut tidak bisa terealisasikan karena ada sesuatu yang menahan.

Pada tanggal 12 November 2022 kemarin, ia mendengar ada yang berbisik untuk membantu G20.

Bisikan tersebut datang dari Hanoman (monyet putih) yang merupakan sesuhunannya.

Tetapi karena tidak ada “uleman di lemah” atau undangan, ia pun tidak menindaklanjutinya.

“Dari tanggal 12 kemarin sudah ada sepertinya yang minta tolong.

Saya gak berani datang nanti malah kita seolah-olah mengusir hukum alam,” ujarnya.

Terkait dengan pawang hujan lain, Jero Pasek mengatakan ia kurang tahu siapa yang dilibatkan.

Tetapi ia meyakini, tidak ada pawang hujan dari Bali yang terlibat secara langsung.

Jero Pasek merupakan seorang pawang hujan dari Bali yang sudah membantu berbagai macam kegiatan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved