Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Klungkung

Program Angkutan Siswa Gratis Dilanjutkan 2023, Namun Tetap di 1 Kecamatan

Program Angkutan Siswa Gratis Dilanjutkan 2023, Namun Tetap di 1 Kecamatan

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Fenty Lilian Ariani
Eka Mita Suputra
Seorang siswa SMP di Klungkung saat menumpang di angkutan umum dalam program angkutan siswa gratis belum lama ini. Program ini dihentikan sementara karena mereka kembali belajar daring. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Program angkutan siswa gratis dipastikan tetap berlanjut tahun 2023. Hanya saja karena keterbatasan anggaran, tahun depan layanan program ini tetap hanya diberlakukan di 1 kecamatan.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan, pihaknya telah melakukan kajian terhadap pelaksanaan program angkutan siswa gratis bagi siswa SMP di Kecamatan Klungkung.

Dari hasil kajian itu, program ini menurutnya banyak memiliki dampak multiplier effect, mulai dari mengurangi kejadian kecelakaan lalu lintas pada anak, meringankan beban para orangtua dalam melakukan antar jemput anak, dan terbukti memberdayakan para sopir angkutan umum.

"Angkutan siswa sangat dirasakan manfaatnya, sehingga program ini kami lanjutkan tahun depan," ujar Suwirta, Selasa (15/11/2022).

Namun karena APBD yang terbatas, layanan program ini sementara masih hanya bisa dijalankan di Kecamatan Klungkung. Sementara di Kecamatan Dawan, Banjarangkan, dan Nusa Penida belum bisa dilayani.

"Mengingat program ini sangat bermanfaat dan multiplier effect sangat dirasa, saya harap penerus saya nantinya (Bupati Klungkung) bisa melanjutkan program ini dan berkembang ke kecamatan lainnya," jelas Suwirta.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan I Nyoman Sucitra menjelaskan, tahun 2023 angkutan siswa gratis dianggarkan Rp4,1 miliar. Jumlah ini meningkat dari amggaran tahun 2022, yakni sekitar Rp3,9 miliar. 

Peningkatan anggaran ini, mengikuti kenaikan harga BBM pada tahun ini. Sementara sekolah yang dilayani tetap di 5 SMP di Kecamatan Klungkung, yakni SMP N 1 Semarapura, SMPN 2 Semarapura, SMPN 3, Semarapura, SMPN 4 Semarapura dan MTS Hasanudin.

"Sementara untuk kenaikan upah sopir, belum bisa dikonfirmasi sesuai dengan anggaran yang disetujui dan koordinasi nantinya dengan pihak operator," jelas Sucitra.

Menurut Sucitra, penghasilan para sopir angkutan siswa ini tergantung dari jarak tempuh mereka dalam menjemput dan mengantar siswa. Rata-rata penghasilan sopir angkutan siswa gratis ini sebesar Rp3 juta perbulan.

Saat ini di Kecamatan Klungkung, ada sekitar 115 armada angkutan umum yang dimanfaatkan untuk angkatan siswa gratis.

"Rata-rata penghasilan sopir angkutan siswa gratis ini Rp3 Jutaan per bulan. Kerja mereka cuma antar jemput siswa. Diluar jam antar jemput siswa, para sopir yang merupakan sopir angkutan umum ini, bisa tetap kerja cari penumpang," jelasnya.

Program ini selain untuk mencegah pelanggaran lalu lintas oleh siswa, juga memberdayakan para sopir angkutan umum dengan melibatkannya dalam program ini. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved