G20 di Bali

Rusia Buka Suara Soal Konflik dengan Ukraina: Volodymyr Zelensky Tolak Bicara dengan Moskow

Rusia Buka Suara Soal Konflik dengan Ukraina: Volodymyr Zelensky Tolak Bicara dengan Moskow

BBC
Presiden Rusia Vladimir Putin terlihat menggigit bibir bawahnya saat menyadari invasi Rusia ke Ukraina terus goyah. 

“G20 harus menjadi katalis untuk pemulihan ekonomi yang inklusif. Kita seharusnya tidak membagi dunia menjadi beberapa bagian," kata Jokowi.

"Kita tidak boleh membiarkan dunia jatuh ke dalam perang dingin lainnya,” tambahnya.

“Bertanggung jawab berarti tidak menciptakan situasi yang tidak menguntungkan, bertanggung jawab di sini juga berarti kita harus mengakhiri perang," jelasnya.

"Jika perang tidak berakhir, akan sulit bagi dunia untuk bergerak maju," imbuhnya.

Indonesia adalah anggota Gerakan Non-Blok, koalisi longgar yang dibentuk pada tahun 1961 dengan tujuan menghindari konfrontasi Timur-Barat.

Indonesia telah mengambil sikap hati -hati dalam perang Ukraina.

Ini sebagian besar berfokus pada masalah kerawanan pangan dan energi.

Amerika Serikat

Lebih jauh, Presiden AS Joe Biden dan timpalannya dari China Xi Jinping menegaskan kembali “kesepakatan mereka bahwa perang nuklir tidak boleh dilakukan” di sela-sela KTT G20 pada hari Senin, menurut Gedung Putih.

"Presiden Biden mengangkat perang brutal Rusia melawan Ukraina dan ancaman penggunaan nuklir Rusia yang tidak bertanggung jawab," bunyi pembacaan pertemuan itu.

"Presiden Biden dan Presiden Xi menegaskan kembali kesepakatan mereka bahwa perang nuklir tidak boleh dilakukan dan tidak akan pernah bisa dimenangkan dan menggarisbawahi penentangan mereka terhadap penggunaan atau ancaman penggunaan senjata nuklir di Ukraina," tambahnya.

Washington adalah sekutu terkuat Ukraina, sementara Beijing terkait erat dengan Rusia.

China

Presiden China tidak secara langsung menyebut perang di Ukraina selama pidatonya di pertemuan G20, saat dia menyerukan peningkatan “solidaritas” global.

“Sangat penting bahwa semua negara merangkul visi komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, dan mengadvokasi perdamaian, pembangunan, dan kerja sama yang saling menguntungkan,” kata Xi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved