Pilpres 2024
Anies Baswedan Bantah Ingin Pecah Belah Suara PDI-P dan Dekati Jokowi Usai Pertemuan Dengan Gibran
Anies Baswedan bantah pertemuannya dengan walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka adalah untuk memecah suara PDI-P dan dekati Joko Widodo
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Calon presiden yang diusung oleh NasDem, Anies Baswedan bantah pertemuannya dengan walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka adalah untuk memecah suara PDI-P.
Anies Baswedan yang sebelumnya mengunjungi Gibran di Kota Solo mengakui dirinya datang ke Solo bukan untuk kegiatan politik namun hanya untuk silaturahmi.
Anies membantah isu yang dikatakan soal dirinya ingin memecah belah suara PDI-P dan mendekati Gibran demi dukungan presiden Indonesia Jokowi.
Bahkan dirinya mengakui kalau pertemuan itu justru terjadi atas inisiatif Gibran sendiri.
Baca juga: Survei Elektabilitas Terbaru Ungkap Anies Baswedan Raih Dukungan Tertinggi, Lampaui Ganjar Pranowo
Seperti dilansir dai kompas.com pada sabtu 19 November 2022, Anies BAswedan mengungkapkan kalau kedatangannya ke solo bukan hanya untuk bertemu Gibran semata.
“Saya datang ke Solo kan ada undangan acara lain, tapi Pak Wali Kota (Gibran) tahu, kemudian Pak Wali Kota ngontak, kemudian kami janjian ketemu,” papar Anies saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat 18 November 2022 lalu.
Anies mengaku banyak membicarakan soal tata kota karena dia pernah memimpin DKI Jakarta dan Gibran tengah memimpin Kota Solo.
“Tidak ada (pembicaraan) yang khusus dengan Mas Gibran kemarin, kami silaturahmi, lebih banyak ngobrolin tentang pembangunan kota,” tutur dia.
Ia pun menegaskan tak berniat memecah suara PDI-P atau membangun kesan tengah mendekati Presiden Joko Widodo, ayah dari Gibran.
Pertanyakan pihak yang khawatir Anies juga menampik anggapan Ketua DPP PDI-P Said Abdullah yang menyebut pertemuannya dengan Gibran bertujuan memecah belah internal partai berlambang banteng itu.
Baca juga: Anies Baswedan Dulang Dukungan dari FKM, PPP Akui Tidak Ada Kaitan dengan Partai: Kompak di KIB
Sebaliknya, Anies merasa tak ada halangan yang mesti menghambatnya bertemu putra sulung Jokowi tersebut.
“Kita ini sebangsa, betapa indahnya kalau sebangsa bisa saling bertemu. Kenapa pada khawatir kalau bisa saling ketemu?” terang dia.
Menurut Anies, pandangan politik boleh berbeda, tapi tak lantas menjadi tembok penghalang silaturahmi antartokoh.
“Kita harus selalu mendorong yang namanya saling temu, saling bicara, saling diskusi. Itulah kematangan bangsa Indonesia yang harus kita jaga,” sebut Anies.
Tak ada pesan khusus untuk Jokowi Anies mengaku menemui Gibran sebagai wali Kota Solo, tak ada kaitannya dengan upaya apa pun untuk mendekati Jokowi.