Berita Tabanan
85 Persen Penataan Ruang Terbuka Hijau di Lapangan Alit Saputra Tabanan, Bali
Penataan ruang terbuka hijau (RTH) Lapangan Alit Saputra atau dangin carik saat ini penataannya sudah mencapai 85 persen.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Tiga proyek besar dibangun oleh Pemkab Tabanan akhir 2022 ini.
Pertama pemindahan patung Bung Karno, kemudian pembangunan kembali Patung Wisnu Murti di Catus Pata Kediri, Tabanan.
Terkahir ialah penataan ruang terbuka hijau (RTH) Lapangan Alit Saputra atau dangin carik. Nah, saat ini, untuk RTH Alit Saputra penataannya sudah mencapai 85 persen.
Pantauan di RTH Alit Saputra pada Senin 21 November 2022, untuk fasilitas publik seperti jogging track sudah mulai tertata.
Kemudian, taman bermain anak-anak. Dimana sejumlah mainan seperti perosotan anak dan ayunan yang ditutup dengan kain sudah mulai dipasang.
Kemudian, ada juga tatakan untuk patung Rama memanah di tengah areal kawasan RTH nyaris selesai.
Informasi yang dihimpun, bahwa target dari Dinas PUPRKP Tabanan untuk selesainya proyek ini ialah pada pertengahan Desember 2022.
Sesuai rancangannya, penataan RTH tersebut akan disertai pembangunan sejumlah fasilitas publik.
Salah satunya open stage atau panggung terbuka untuk pentas seni anak-anak muda.
Baca juga: Tabrakan Jazz dan Starlet di Jalan Buruan - Tajen Penebel Tabanan Bali, Dua Mobil Ringsek
“Untuk target kan 120 hari sesuai kalender kerja. Atau nanti hingga 15 Desember 2022. Jadi konstruksi keseluruhan sudah hampir selesai. Saat jni dilakukan pembersihan dan pekerjaan minor saja,” ucap Kepala Dinas PUPRPKP Tabanan, I Made Dedi Darma Saputra.
Dedi mengakui, bahwa proses penataan RTH di utara Lapangan Alit Saputra ini bersamaan dengan penataan Taman Bung Karno dan pembangunan Patung Wisnu Murti di Catus Pata Kecamatan Kediri.
Dimana lama pengerjaannya mulai dari tanggal 18 Agustus 2022 hingga 15 Desember 2022 atau sekitar empat bulan.
Nah, RTH Alit Saputra akan menjadi icon baru bagi warga Tabanan untuk berekreasi maupun olahraga, dimana pembangunan serta penataan RTH di Lapangan Alit Saputra nilainya Rp 1,9 miliar dibiayai melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari APBD Provinsi Bali.
“Ya sama dengan penataan Patung Bung Karno dan pembangunan patung Wisnu Murti,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan, I Gede Adnyana, mengaku, untuk kendala dalam pengerjaan hanyalah faktor cuaca.
Dimana seperti diketahui bersama, hujan di Tabanan tidak ada hentinya. Hanya saja, untuk pengerjaan tidak sampai membuat pekerjaan molor.
“Hujan jelas jadi kendala, tetapi kami tetep kerjakan dan sarankan ke penyedia menambah personel dan diupayakan lembur. Sejauh ini sesuai dengan harapan bersama,” bebernya. (ang).