Berita Jembrana
25 Toko Modern Menjamur di Jembrana, Bupati Minta Pedagang Berinovasi dan Jangan Mau Kalah
25 Toko Modern Menjamur di Jembrana, Bupati Minta Pedagang Berinovasi dan Jangan Mau Kalah
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Fenty Lilian Ariani
NEGARA, TRIBUN BALI - Menjamurnya toko modern berjejaring di Kabupaten Jembrana tak ditampik Bupati Jembrana, I Nengah Tamba. Keberadaan toko modern tersebut disebut sebagai cambuk atau motivasi bagi pedagang tradisional. Apalagi, hingga saat ini sudah ada 25 toko modern yang terbangun di gumi makepung ini dan 3 diantaranya proses perizinan.
Nengah Tamba berkilah bahwa keberadaan atau menjamurnya toko modern saat ini tidak bisa disebut sebagai penyebab pasar umum atau pedagang kelontong menjadi sepi.
"Kita tidak bisa membahas seperti itu. Karena semua yang belanja itu (ke toko modern) bukan masyarakat kebanyakan. Jadi masyarakat yang melintas di Jembrana aja yang belanja disitu. Masyarakat lokal kecil sekali," kata Bupati Tamba saat dimintai keterangan, Senin 21 November 2022.
Menurut dia, barang dagangan di toko modern juga terbatas. Seperti mie instan dan makanan instan lainnya. Sedangkan untuk kebutuhan pokok seperti beras dan lainnya yang berada di pasar umum hanya sedikit.
"Masyarakat kita beli beras tidak akan ke toko modern, hanya sedikit. Pasti mereka lebih banyak ke pasar,"
Politikus asal Desa Kaliakah ini mengungkapkan, dirinya melaihat memang ada sentimen pasar antara toko modern dengan pasar tradisional. Namun, hal itu wajib ada. Sebab, dengan menjamurnya toko modern tersebut akan menjadi motivasi bagi pedagang kita di pasar tradisional.
"Karena paling tidak masyarakat kita yang mau maju pasti akan meniru mereka toko modern. Biasanya di sana kan bersih dan ramai orang kesana. Ini sebagai tantangan juga, kalau tak dikasi tantangan bakal monoton saja. Kalau mau maju ayo maju, jika dibiarin kita gak akan maju-maju," tegasnya.
Disisi lain, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba menyebutkan, Jembrana bakal mendapat gelontoran dana untuk revitalisasi sejumlah pasar. Anggaran tersebut nantinya diberikan oleh Kementerian PUPR.
"Nanti kita akan konsep agar masyarakat rami-ramai datang ke pasar, kemudian juga bisa meeting di pasar," ujarnya.
Dia menyebutkan, anggaranya nanti lebih dari Rp100 Miliar dan disesuaikan dengan rancangannya.
"Nanti disesuaikan dengan gambar (bangunan)," tandasnya. (*)