Berita Karangasem

Pemkab Rencana Buat Pos Jaga, Wisatawan Arab Tewas Terseret Arus Saat Rafting di Telaga Waja

Pemkab Karangasem baru memiliki berencana membuat pos penjagaan di aliran Sungai Telaga Waja, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali.

ist
Baraah KA, wisatawan asal Saudi Arabia, meninggal dunia saat melakukn aktivitas rafting di Sungai Telaga Waja, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu 26 November 2022 siang. 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Pemkab Karangasem baru memiliki berencana membuat pos penjagaan di aliran Sungai Telaga Waja, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali.

Ini setelah ada tiga wisatawan mancanegara yang meninggal saat rafting atau arung jeram.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Karangasem, I Wayan Astika mengungkapkan, pembuatan pos penjagaan untuk mengantisipasi peristiwa serupa terutama saat hujan.

Baca juga: Ini Sosok Pemuka Agama yang Ikut Operasi WNA yang Hilang Saat Rafting

Sebab aliran Sungai Telaga Waja yang berhulu dari Gunung Agung dengan arus yang deras.

"Di hulu Sungai Telaga Waja perlu ada petugas yang memantau kondisi aliran air sungai. Tugasnya menginformasikan debit air saat musim hujan. Biasanya kalau hujan di hulu volume air pasti meningkat," kata Astika, Senin (28/11).

Kemudian pembuatan pos dan penempatan petugas di sekitar aliran sungai.

Ini agar bisa mempercepat proses evakuasi jika terjadi kecelakaan saat rafting. Selain itu mempermudah wisatawan untuk istirahat saat air besar.

Baca juga: WNA Saudi Arabia Meninggal Saat Rafting di Telagawaja, Karangasem Bali

"Ini akan kami koordinasikan dengan stakeholder terkait. Tapi anggaran belum ada. Rencananya kami akan melaksanakan secara bertahap," demikian kata dia.

Peristiwa terbaru terjadi pada Sabtu (26/11). Baraah KA, wisatawan asal Saudi Arabia meninggal dunia saat rafting di Sungai Telaga Waja, Kecamatan Rendang, Karangasem. Ia terseret sungai yang airnya tiba-tiba membesar.

Wisatawan berusia 43 tahun rafting bersama keluarganya yang total berjumlah enam orang serta didampingi pemandu.

Mereka mulai berangkat dari lokasi rafting pukul 12.30 Wita. Mereka menggunakan dua perahu karet rafting.

Baca juga: Pencarian WNA yang Hilang Saat Rafting di Ubud Memasuki Hari Terakhir, Harap Korban Segera Ditemukan

Perahu pertama berisi lima orang. Tiga wisatawan termasuk korban beserta dua pemandu lokal.

Sedangkan sisanya di perahu yang kedua. Baraah rafting bersama suami dan anaknya.

"Ada enam orang wisatawan Arab Saudi. Menggunakan dua perahu karet dan melibatkan tiga pemandu lokal," kata Kapolsek Rendang, Kompol I Made Gede Punia.

Awalnya rafting berjalan lancar. Sampai di Sungai Tanah Bita, Rendang, tiba-tiba aliran air membesar.

Perahu karet terbalik dan terseret aliran sungai. Para wisatawan berjatuhan ke sungai. Korban pun tenggelam, kepalanya terbentur bebatuan. (*)

 

 

Berita lainnya di Berita Karangasem

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved