Berita Tabanan

Transformasi Pramuka, 395 Pramuka Ikuti Pelatihan Digital di Raimuna 2022

Praja Muda Karana (Pramuka) bertranformasi menjadi pelatihan digital. Hal ini ditunjukkan dengan diadakannya Raimuna Daerah Bali XII, tahun 2022

Tribun Bali/ I Made Ardhiangga Ismayana
Kegiatan Raimuna XII 2022 di Bumi Perkemahan Margarana, Kabupaten Tabanan digelar mulai 3 hingga 7 Desember 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Praja Muda Karana ( Pramuka) bertranformasi menjadi pelatihan digital. Hal ini ditunjukkan dengan diadakannya Raimuna Daerah Bali XII, tahun 2022 di Bumi Perkemahan Margarana, di Kecamatan Marga Tabanan. Yang diselenggarakan mulai 3 hingga 7 Desember 2022. Sebanyak 395 orang pramuka dari sembilan kabupaten/kota di Bali turut andil.

Ketua Panitia Raimuna XII Bali, Dimas Fadhilah Aprilian Santosa mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan raimuna daerah Bali 12 tahun 2022. Yang merupakan pertemuan terbesar pramuka penegak dan pandega di rentang umur 16 hingga 25 tahun. Kegiatan ini, 

diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Raimuna sendiri bertujuan untuk mengembangkan keterampilan anak muda, mempererat tali persaudaraan antar anak muda hingga meningkatkan serta mengembangkan diri dan minat bakat mereka.

“Secara peserta ada 395 orang dengan ditambah 18 pimpinan kontingen, 18 pendamping dan enam staf kontingen dari sembilan kabupaten/kota di Bali. Seluruhnya dari Bali saja. Dan ada narasumber dari Jakarta Bandung, dan lain sebagainya,” ucapnya, Minggu 4 Desember 2022.

Dimas menjelaskan, bahwa goal dari Raimuna sendiri ialah untuk memantik skill baru para peserta menuju ke zona digital. Seperti halnya, peserta akan digembleng menjadi game developer, desain grafis, sosiopreuneur, atau pelatihan skill yang berkaitan dengan karir jangka panjang untuk mereka.

Pramuka berkembang ke arah digital. Selama lima hari empat malam akan ada 46 kegiatan. Dan bisa dikatakan 60 persen lebih di luar tekhnik ke pramukaan. Atau lebih dominan pelatihan digital,” paparnya.

Menurut Dimas, secara harfiah, pramuka itu ialah pemuda yang berkarya. Sehingga apa yang relevan saat ini, menjadi kebutuhan para peserta untuk dilatih dan dikembangkan. Nah, yang paling relevan saat ini ialah menyangkut tentang transformasi digital. Kemudian, aksi lingkungan, sosiopreneurship dan enterpreneurship. Sehingga hal itulah yang saat ini dibutuhkan untuk dilatih dan diterapkan di masyarakat.

“Jadi skill-skill apa yang mereka butuhkan itu yang dilakukan. Mengatakan pramuka sekarang bukan berkutat pada tali temali atau morse saja. Namun, pramuka bisa berperan di masyarakat secara langsung,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa harapannnya denga kegiatan lima tahunan ini, maka peserta mampu memberikan implementasi paling nyata dengan menerapkan apa yang didapat di sini ke masyarakat. Melalui keilmuan sebagai wirausaha, desainer atau program pelatihan lainnya. Selanjutnya, para peserta akan menularkan ke teman di sekolah atau gugus depan.

“Ini representatif dari perwakilan setiap kabupaten/kota dan sekolah. Besar harapan kepada peserta untuk mampu menularkan memperbanyak dan memperluas keilmuan ini ke masyarakat pelajar lain di sekolah,” bebernya. (*).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved