Berita Badung

Guru Bahasa Inggris dan Bali Tidak Dapat Jatah Formasi P3K, DPRD Badung Minta Disdikpora Tidak Diam

guru bahasa Inggris dan guru bahasa Bali tidak mendapat jatah formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja

Istimewa
Ketua DPRD Badung Putu Parwata - Guru Bahasa Inggris dan Bali Tidak Dapat Jatah Formasi P3K, DPRD Badung Minta Disdikpora Tidak Diam 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Nasib para guru bahasa Inggris dan guru bahasa Bali di Kabupaten Badung yang tidak mendapat jatah formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( P3K) perlu diperjuangkan.

Bahkan wakil rakyat di DPRD Badung meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga ( Disdikpora) setempat tidak diam saja melihat hal itu.

Namun, legislator di Gumi Keris sudah memastikan diri akan memperjuangan nasib para guru agar mendapat haknya yang layak.

Mengingat guru tersebut juga membatu generasi muda di Badung, Bali dalam menuntut ilmu.

Baca juga: Guru Bahasa Inggris SD Protes Tak Dapat Jatah Formasi PPPK di Badung

Ketua DPRD Badung, Putu Parwata mengatakan, aspirasi guru- guru bahasa Inggris maupun bahasa Bali di Badung wajib diperjuangkan, karena menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan generasi penerus.

Karena itu, Disdikpora Badung harus memahami kondisi tersebut.

Terlebih, hal ini sebagai upaya meneruskan adat Bali.

"Sekarang ini karena slotnya dan tidak ada yang meluruskan, jadi stuck dia. Segeralah bupati bersama dinas mengusulkan supaya saudara-saudara kita (para guru -red) bisa diterima," katanya, Minggu 18 Desember 2022.

Politisi asal Dalung, Kuta Utara ini menilai guru- guru bahasa Inggris dan bahasa Bali harus memperoleh kuota untuk diangkat sebagai guru P3K.

Mengingat generasi saat ini penting tahu dan paham akan dua bahasa tersebut, terlebih Badung merupakan wilayah pariwisata.

"Karena keberadaan mereka sangat dibutuhkan, kami siap memperjuangkannya, sehingga kuota P3K untuk guru bisa dibuka seperti yang lainnya," tegasnya.

Menurutnya, untuk guru- guru bahasa Bali telah menemukan titik terang.

Saat ini, pihaknya masih menunggu kajian Kemenpan RB yang ditindaklanjuti oleh Kadis Pendidikan.

"Aspirasi guru-guru bahasa itu wajib untuk diperjuangkan, karena keberadaan guru- guru bahasa Inggris pun sangat penting," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved