Berita Klungkung

Ketut Urip, Satu-satunya Perajin Kukusan Tersisa di Banjar Bajing Klungkung

Ni Ketut Urip (63), satu-satunya warga di Banjar Bajing, Desa Tegak yang saat ini masih menekuni pembuatan kukusan dari anyaman bambu.

Eka Mita Suputra
Ni Ketut Urip (63), satu-satunya warga di Banjar Bajing, Desa Tegak yang saat ini masih menekuni pembuatan kukusan dari anyaman bambu, Selasa (20/12/2022). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Banjar Bajing, di Desa Tegak sebelumnya dikenal dengan perajin kukusan. Namun seiring berjalannya waktu, saat ini hanya tersisa seorang perajin kukusan di Banjar Bajing, Desa Tegak.

Adalah Ni Ketut Urip (63), satu-satunya warga di Banjar Bajing, Desa Tegak yang saat ini masih menekuni pembuatan kukusan dari anyaman bambu. Ia sudah membuat kukusan sejak masa anak-anak secara turun menurun.

"Dulu di Banjar Bajing, banyak yang buat Kukusan. Tapi sekarang di Banjar Bajing hanya tersisa saya saja," ungkap Ketut Urip, Selasa (20/12/2022).

Kukusan biasanya digunakan oleh warga untuk menanak nasi. Dalam sehari, Ketut Urip mengaku mampu membuat 3 sampai 4 biji kukusan. Kukusan itu ia jual ke Pasar Tegak.

"Kalau sudah terkumpul 10 biji, baru saya jual. Permintaan masih cukup tinggi, karena warga di desa masih menanak pakai kukusan," ujarnya.

Untuk satu biji kukusan, ia jual dengan harga Rp10 ribu. Harga ini memang lebih mahal dari kukusan yang banyak didatangkan dari Bangli. Namun bisanya kukusan dari Banjar Bajing memiliki kulitas lebih baik, karena lebih kokoh sehingga awet.

"Saya hanya jual kukusan di Pasar Tegak. Karena di Pasar Galiran sudah banyak kukusan Bangli yang harganya lebih murah. Tapi memang kualitasnya lebih rendah," ungkapnya.

Sementara untuk bahan baku, Ni Ketut Urip membeli bambu di Desa Akah seharga Rp25 ribu per batang. Ia biasanya membeli maksinal 5 batang, karena keterbatasan modal.

"Sekarang jelang hari raya Galungan, biasanta ramai orang beli kukusan. Kalau dulu saat ramai, 10 biji kukusan bisa ludes dalam 2 jam. Saya harap ramai lagi sekarang," harapnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved