Tahun Baru 2023
200 Lebih Personel Kodim Terjun Untuk Pengamanan Tahun Baru
Pengamanan Natal sudah berlangsung dan efektif digelar di gereja-gereja di Tabanan. Kini, personel Kodim
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Pengamanan Natal sudah berlangsung dan efektif digelar di gereja-gereja di Tabanan. Kini, personel Kodim 1619/Tabanan pun fokus terhadap pengamanan Tahun Baru 2022-2023. Ada beberapa titik fokus yang akan dilaksanakan oleh 200-an personel Kodim Tabanan dan jajaran (koramil). Hal ini disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 1619/Tabanan, Letkol Inf Riza Taufik Hasan, Selasa 27 Desember 2022.
Dandim 1619/Tabanan, Letkol Inf Riza Taufik Hasan mengatakan, bahwa pengamanan Nataru, Natal dan Tahun baru, kemarin sudah berkolaborasi antara pihaknya dengan Polri dan Pemerintah Daerah dan ada Banser, Pecalang dan personel lainnya. Dan semua dikerahkan. Untuk tahun ini, memang akan berbeda dalam pengamanan. Sebab, sudah peralihan antara pandemi menuju endemi. Sehingga, tetap dilakukan pengamanan untuk menjamin masyarakat, dapat melaksanakan peribadahan dan juga perayaan tahun baru dengan sebaik-baiknya.
“Semua unsur sudah terjun. Banser pecalang pramuka. Kami sendiri seluruhnya ada 200 personel lebih akan terjun, untuk mengamankan Tabanan,” ucapnya.
Riza menjelaskan, bahwa pengamanan tahun baru sendiri akan fokus pada dua titik. Yakni di Pos Baturiti dan Tanah lot, yang merupakan pos terpadu. Di setiap saat akan ada yang melakukan penjagaan di sana. Satpol PP, Nakes dan suruh personel dari instansi lainnya.
“Nakes difungsikan supaya ketika ada masalah kesehatan cepat tertangani,” ungkapnya.
Nantinya, sambungnya, personel Kodim dan Koramil akan turun ke daerahnya masing-masing. Mereka akan melakukan pemantauan aktivitas warga di desa-desa. Kemudian, pihaknya juga akan menggelar patroli dengan menaiki motor berkeliling ke kantong-kantong masyarakat, merayakan pergantian tahun itu.
“Mungkin nanti kami akan berkolaborasi dengan Kapolres dan Forkopimda lainnya,” paparnya.
Selain pengamanan, untuk di 2023 mendatang. Berbagai program juga akan dilaksanakan pohaknya. Misalnya, meneruskan program dari Kodam IX/Udayana dan Korem 163 Bali, untuk Bedah RTLH( rumah tidak layak huni). Kemudian, program lainnya ialah pemantauan ketahanan pangan. Dimana program ini, secara garis besar adalah bagaimana ketika tidak ada padi, maka masyarakat akan bisa bertahan. Apabila tidak ada padi menanam jagung ubi dan pelihara ke ikan atau babi. Atau pemeliharaan sapi dan kambing.
“Yang penting bisa untuk bertahan hidup. Dan program ini, tidak bisa dilaksanakan individu. Jadi harus dilakukan bersama-sama dengan pemerintah dan instansi lainnya,” bebernya. (*).