Berita Gianyar

John Winkel Eks Dirut Mitra Prodin Meninggal di Sel Penjara Rutan Gianyar

John Winkel, mantan direktur utama (dirut) PT Mitra Prodin meninggal dunia dalam masa tahanannya di Rutan Kelas II B Gianyar, Senin (26/12)

TRIBUN BALI/ Wayan Eri Gunarta
Tampak depan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Gianyar, tempat dimana John Winkel, eks Dirut PT Mitra Prodin ditemukan meninggal dunia, Senin (26/12) dini hari. 

TRIBUN-BALI, GIANYAR- John Winkel, mantan direktur utama (dirut) PT Mitra Prodin meninggal dunia dalam masa tahanannya di Rutan Kelas II B Gianyar, Senin (26/12) pukul 02.00 Wita. Belum diketahui secara pasti penyebab kematian napi kasus penggelapan uang PT Mitra Prodin itu. Namun, ada dugaan dia meninggal karena bunuh diri. John ditahan di Rutan Gianyar sejak Maret 2022 dengan lama vonis satu tahun empat bulan.

Kepala Rutan Kelas IIB Gianyar, Muhammad Bahrun tak mengungkapkan secara rinci kronologi meninggalnya John. Namun ia membenarkan bahwa John dikabarkan meninggal pukul 02.00 Wita.
Bahrun mengatakan, kasus tersebut pun telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Sementara itu, jenazah John telah dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar.

"Sekarang sudah di (RSUP) Sanglah,” ujarnya. Bahrun belum bisa memastikan penyebab kematian John Winkel, dan meminta agar hal tersebut ditanyakan ke pihak kepolisian.

“Pihak kepolisian yang barangkali bisa menjelaskan penyebabnya. Yang jelas kita temukan yang bersangkutan sekitar jam 2 di dalam sel dan diketahui pertama kali oleh petugas,” terangnya.

Bahrun mengungkapkan, selama menjadi warga binaan Rutan, John Winkel diketahui memiliki riwayat penyakit bawaan, dan penyakit karena usia tuga. Sebab, John Winkel sudah berusia 68 tahun. Selama di tahanan, kata Bahrun, pihaknya telah memberikan perawatan kesehatan kepada dia.

“Yang bersangkutan sudah umur 68 tahun, tapi bagaimana pun masalah kesehatannya kan penting bagi kam, sehingga kamii tetap melakukan lagkah-langkah untuk menjaga kesehatan warga binaan di sini,” jelas Bahrun.
Mendekamnya John Winkel di Rutan Kelas IIB Gianyar bermula bermula saat John Winkel selaku Direktur Utama PT. Mitra Prodin dituduh melakukan penggelapan dalam jabatannya dari tahun 2016 sampai tahun 2020.

Dalam hal ini, ia dituduh merugikan atau menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 3,2 miliar. Diapun dinyatakan berdalah oleh Pengadilan Negeri Gianyar, lalu mendekam di Rutan Gianyar.
Namun dalam banding di Pengadilan Tinggi Denpasar, John yang kala itu didampingi kuasa hukumnya, I Wayan Gendo Suardana sempat dibebaskan dari tuduhan pada 12 Oktober 2021. Oleh karena itu, ia sempat dikeluarkan dalam pembebasan tanpa syarat pada 13 Oktober 2022 malam. Kala itu, John disambut gembira oleh sejumlah karyawan PT Mitra Prodin di depan Rutan Gianyar.

Namun kasus ini tak sampai di situ. Sebab, Kejari Gianyar kembali membawa kasus itu MA (Mahkamah Agung), dan kemudian MA memutuskan John bersalah, sehingga ia harus kembali kembali mendekam ke Rutan Gianyar sampai ia ditemukan meninggal dalam rutan pada Senin 26 Desember 2022 pukul 02.00 Wita.
Kapolres Gianyar, AKBP Bayu Sutha Sartana mengatakan, terkait meninggalnya John Winkel di Rutan Gianyar, saat ini Satreskrim Polres Gianyar sedang menanganinya. Pihaknya belum bisa memberikan banyak komentar dikarenakan prosesnya masih dalam penyelidikan.

"Masih penyelidikan, nanti kami informasikan lebih lanjut. Namun saat ini jenazah John sudah dibawa ke RSUP Sanglah," ujar Bayu.

PT Mitra Prodin merupakan perusahaan eksportir linting rokok terbesar di Kabupaten Gianyar. Perusahaan yang bermarkas di By Pass Prof Ida Bagus Mantra, Desa Ketewel, Sukawati ini sempat menjadi percontohan sebagai perusahaan yang memegang teguh peraturan ketenagakerjaan, sehingga sempat dikunjungi oleh para anggota DPR RI belum lama ini. Mitra Prodin banyak menyerap tenaga kerja dari kalangan disabilitas dengan fasilitas dan suasana kerja yang baik.

Saat pandemi Covid-19 sedang tinggi, PT Mitra Prodin tidak terkena dampak. Bahkan permintaan akan produk mereka meningkat. Namun di awal November 2022 lalu, kondisi resesi global mengguncang produksi perusahaan ini akibat permintaan pasar di luar negeri berkurang,

PT Mitra Prodin pun terpaksa mengurangi jam produksi dan merumahkan banyak karyawan. Berdasarkan catatan Tribun Bali per 6 Oktober 2022, perusahaan ini memiliki 5.500 karyawan.
Staf HRD PT Mitra Prodin, Marta saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya dengan berat hati terpaksa mengambil keputusan itu. Pihaknya pun telah membuat pengumuman secara resmi dalam akun instagram PT. Mitra Prodin, yang disampaikan langsung oleh Direktur Mitra Prodin, Robert Hensby.

"Pekan lalu Mitra Prodin mengambil keputusan sulit untuk mengurangi jumlah hari kerja karyawan produksi kami di bulan November. Mitra Prodin telah merumahkan pekerja produksi selama seminggu di bulan November. Di bulan Desember ada kemungkinan untuk kembali merumahkan pekerja produksi selama seminggu," ujar Robert dalam akun IG tersebut.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved