Berita Buleleng

Pemkab Buleleng Segera Cabut PPKM, Masyarakat Diminta Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

Pemkab Buleleng Segera Cabut PPKM, Masyarakat Diminta Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

Ratu Ayu Astri Desiani
Sekda Buleleng, Gede Suyasa pada Senin (2/1) mengatakan, pencabutan PPKM ini dilakukan atas keputusan Presiden melihat Bed Occupancy Rate (BOR) atau jumlah keterisian pasien Covid-19 di rumah sakit dan kasus terkonfirmasi setiap hari semakin rendah. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pemkab Buleleng akan segera mencabut kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM). Namun demikian masyarakat diminta untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, untuk menekan penularan Covid-19. 

Sekda Buleleng, Gede Suyasa pada Senin (2/1) mengatakan, pencabutan PPKM ini dilakukan atas keputusan Presiden melihat Bed Occupancy Rate (BOR) atau jumlah keterisian pasien Covid-19 di rumah sakit dan kasus terkonfirmasi setiap hari semakin rendah. 

Meski PPKM akan segera dicabut oleh pihaknya, Suyasa mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, mengingat Covid-19 masih dikategorikan sebagai bencana non alam. Ia pun meminta kepada masyarakat untuk tetap menggunakan masker bila mengalami gejala mengarah pada Covid-19, serta melakukan deteksi dengan memeriksakan diri ke rumah sakit untuk di cek lab atau pemeriksaan lainnya agar bisa diobati. 

Selain itu, Pemkab Buleleng juga hingga saat ini masih terus melakukan vaksinasi Covid-19 untuk  meningkatkan antibodi. Menurut data yang berhasil dihimpun dari Satgas Covid-19, vaksinasi dosis 1 di Buleleng sudah mencapai 83,81 persen atau menyasar pada 515.600 jiwa dari target 615.179 jiwa. Sementara vaksinasi dosis 2 mencapai 73,82 persen atau menyasar pada 454.105 jiwa. Sedangkan dosis 3 mencapai 49,09 persen atau menyasar pada 264.065 jiwa. Sementara dosis 4 mencapai 8,67 persen atau menyasar pada 7.227 jiwa. 

Suyasa menyebut keberhasilan vaksinasi di Bali sudah menempati urutan ke dua di Indonesia. Namun ia menyebut vaksinasi ini akan terus berjalan, baik dosis 1 hingga booster, dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat yang belum divaksin. 

"Meski P PPKM di Buleleng akan segera kami cabut, masyarakat harus sadar jika dirinya mengalami batuk, pilek, influenza, harus menggunakan masker, supaya penyakitnya tidak menular kepada orang lain," tandasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved