Hari Raya Galungan

Tradisi Mepatung di Klungkung Jelang Galungan, Pererat Kebersamaan

Jelang Hari Penampahan Galungan, masyarakat di Bali pada umumnya melaksanakan tradisi mepatung untuk mendapatkan daging babi.

Eka Mita Suputra
Guru dan pegawai di SMK Yapparindo Klungkung saat melakukan tradisi mepatung, Senin (2/1/2022). 

SEMARAPURA,TRIBUNBALI- Jelang Hari Penampahan Galungan, masyarakat di Bali pada umumnya melaksanakan tradisi mepatung untuk mendapatkan daging babi. Selain mendapat daging lebih murah dari segi harga, tradisi ini juga untuk mempererat kebersamaan antar sesama.

I Wayan Suartana duduk bersila saat ditemui di gedung SMK Yapparindo di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Senin (2/1/2022). Tangan dari warga Dawan Kaler tersebut tampak sangat lihai, memotong daging babi menjadi beberapa bagian.

Ia tampak antusias, karena daging- daging babi itu nantinya akan dibagikan ke 95 orang yang terdiri dari para pegawai dan guru di SMK Yapparindo.

"Biasanya mepatung ini jadi tradisi rutin kami setiap menjelang Penampahan Galungan. Mepatung saat ini, kami memotong 4 ekor babi," ujar Suartana.

Suartana ketika itu mendapatkan tugas memotong daging menjadi beberapa bagian. Sementara rekan-rekannya yang lain bertugas menakar daging babi sesuai jumlah yang ditentukan sebelumnya.

tradisi mepatung untuk mendapatkan daging babi.
Jelang Hari Penampahan Galungan, masyarakat di Bali pada umumnya melaksanakan tradisi mepatung untuk mendapatkan daging babi.

Menurut Suartana, dengan mepatung ia dan rekan-rekannya bisa mendapat daging babi dengan harga lebih murah dan kuantitas lebih banyak jika dibandingkan membeli daging di pasar.

"Kalau membeli daging di pasar, tentu dapatnya lebih sedikit. Karena pedagang daging, sodagar, tukang potong kan semuanya cari untung. Kalau mepatung, semua ditanggung bersama-sama. Jadi dapatnya dagingnya lebih banyak," ujar Suartana.

Selain itu yang lebih penting baginya, mepatung dapat mempererat kebersamaan dengan rekan-rekannya. Sejak pagi ia dan rekan-rekanya bersama-sama menyiapkan daging yang akan dibagi rata.

"Paling penting itu kebersamaanya. Dengan mepatung, rasa kebersamaan itu semakin erat," jelasnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMK Yapparindo I Wayan Dharmayasa menjelaskan, mepatung merupakan tradisi rutin di sekolah yang ia pimpin jelang Galungan. Daging babi nantinya akan dibagikan merata kepada 96 guru dan pegawai di SMK Yapparindo.

"Pada Galungan kali ini kami memotong 4 ekor babi. Harga perkilonya (hidup) Rp40 ribu. Jam 3 pagi tadi teman-teman sudah memotong babinya," jelas Dharmayasa. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved