Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Akibat Cuaca Ekstrem, 44 Pohon Tumbang Terjadi di Badung Bali Selama 5 Hari

Sejak awal tahun atau selama 5 hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung mencatat sebanyak 44 pohon tumbang.

Tayang:
Istimewa
Sejak awal tahun atau selama 5 hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung mencatat sebanyak 44 pohon tumbang. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Cuaca ekstrem yakni hujan deras, disertai angin kencang terus terjadi di Bali, termasuk di wilayah Badung.

Sejak awal tahun atau selama 5 hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung mencatat sebanyak 44 pohon tumbang.

Tercatat pohon tumbang terbanyak, terjadi pada 2 Januari 2023.

Dari keseluruhan bencana alam yang tertangani, diperkiraan kerugian mencapai Rp 428 juta.

Baca juga: Angin Kencang Akibatkan Pohon Tumbang di Perumahan Puri Ayodia Tabanan

Baca juga: Pohon Tumbang di Bali Akibat Angin Kencang, Polda Bali : Jika Tidak Urgent, Jangan Keluar Rumah

Cuaca ekstrem yakni hujan deras, disertai angin kencang terus terjadi di Bali, termasuk di wilayah Badung.

Sejak awal tahun atau selama 5 hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung mencatat sebanyak 44 pohon tumbang.

Tercatat pohon tumbang terbanyak, terjadi pada 2 Januari 2023.

Dari keseluruhan bencana alam yang tertangani, diperkiraan kerugian mencapai Rp 428 juta.
Cuaca ekstrem yakni hujan deras, disertai angin kencang terus terjadi di Bali, termasuk di wilayah Badung. Sejak awal tahun atau selama 5 hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung mencatat sebanyak 44 pohon tumbang. Tercatat pohon tumbang terbanyak, terjadi pada 2 Januari 2023. Dari keseluruhan bencana alam yang tertangani, diperkiraan kerugian mencapai Rp 428 juta. (Istimewa)

Kendati demikian, tidak ada korban jiwa pada bencana alam yang terjadi.

Namun masyarakat diminta selalu waspada karena cuaca ekstrem terus terjadi.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, I Ketut Murdika pun, membenarkan hal tersebut.

Bahkan selain pohon tumbang, dirinya juga mendapatkan laporan terkait adanya kebakaran dan tembok warga roboh.

"Selain pohon tumbang, ada juga tembok panyengker roboh.

Sehingga diperkirakan dari seluruh kebencanaan terdapat kerugian sebesar Rp 428 juta," katanya Kamis 5 Januari 2023.

Diakui bencana alam terbanyak terjadi pada Senin 2 Januari 2022.

Saat itu terjadi sebanyak 31 pohon tumbang akibat angin kencang.

Pihaknya pun menyebutkan dari enam kecamatan, Abiansemal menjadi daerah terbanyak yang mengalami pohon tumbang.

Sejak awal tahun atau selama 5 hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung mencatat sebanyak 44 pohon tumbang.
Sejak awal tahun atau selama 5 hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung mencatat sebanyak 44 pohon tumbang. (Istimewa)

"Di Kecamatan Petang ada 7 pohon tumbang, 20 pohon tumbang di Abiansemal, di Mengwi 7 pohon tumbang, Kuta Utara 3 pohon tumbang, Kuta 4 pohon tumbang dan Kuta Selatan sebanyak 3 pohon tumbang," ungkapnya.

Dari adanya cuaca ekstrem tersebut, Murdika juga menjelaskan, sempat terjadi pohon tumbang di area Rumah Jabatan Bupati Badung dan Sekretaris Daerah (Sekda) Badung.

Untungnya dalam kejadian tersebut tidak sampai menyebabkan kerusakan berat.

"Di area RJ Bupati itu lokasinya di belakang dekat sungai, tapi diameter pohonnya kecil. Kalau di RJ Sekda pohonya bersandar di tembok penyengker," jelasnya.

Kendati demikian akibat cuaca ekstrem ini, banyak terjadi pohon tumbang.

Bahkan ada beberapa pohon tumbang itu menutupi jalan.

"Jadi siang ranting pohon besar patah di dekat Lapangan Desa Blahkiuh atau sebelum Puskesmas Abiansemal.

Hal itu pun sempat memgganggu lalu lintas karena menutupi jalan," tegasnya.

Sejak awal tahun atau selama 5 hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung mencatat sebanyak 44 pohon tumbang.
Sejak awal tahun atau selama 5 hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung mencatat sebanyak 44 pohon tumbang. (Istimewa)

Menurut informasi yang didapat, selain angin kencang, gelombang tinggi juga terjadi di beberapa perairan.

Tinggi gelombang 1.25 - 2.5 meter di Laut Jawa bagian Barat, Perairan Utara Jawa Tengah, Perairan Utara Bali hingga Lombok, Selat Lombok Bagian Utara, Selat Wetar, dan Perairan Selatan Flores.

Selanjutnya, gelombang tinggi antara 2.5 - 4 meter di sejumlah perairan, dan untuk gelombang tinggi 4-6 meter di perairan selatan Bali hingga Pulau Sumba, Perairan Kupang – Pulau Rote, Perairan Pulau Sabu, Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah Hingga NTT, Laut Timor, dan Laut Arafuru Bagian Barat.

"Laut di Bali belakangan ini juga tidak bagus.

Gelombang tinggi hingga membahayakan nelayan," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved