Berita Bali

Penanganan Abrasi di Pantai Kuta Bali Dilakukan Secara Jangka Pendek Hingga Jangka Panjang

Menindaklanjuti abrasi atau pengikisan pantai Kuta yang kian parah, Kemenparekraf akan lakukan langkah jangka pendek, menengah hingga jangka panjang.

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Kondisi terkini pesisir kawasan pantai Kuta yang kian terkikis oleh ombak, pada Selasa 10 Januari 2023 pagi. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Menindaklanjuti abrasi atau pengikisan pantai Kuta yang kian parah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan melakukan langkah jangka pendek, menengah hingga jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno pada "The Weekly Brief With Sandi Uno" yang berlangsung secara hybrid dari Gedung Sapta Pesona, Senin 9 Januari 2023 petang.

“Langkah jangka pendek sudah kami siapkan melalui aksi cepat tanggap darurat dan upaya pembersihan pantai yang masif. Langkah jangka menengah  hingga jangka panjang tentunya dengan dukungan program penataan Pantai Kuta, pengelolaan destination management dan penataan tata ruang kawasan Pantai Kuta.

Menparekraf Sandiaga Uno menambahkan kondisi abrasi Pantai Kuta ini juga diperparah dengan cuaca ekstrem beberapa waktu terakhir.

“Kami melihat bahwa cuaca ekstrem, angin kencang dan gelombang tinggi juga turut membuat laju abrasi di wilayah pesisir Pantai Kuta. Oleh karena itu harus segera dilakukan penyelamatan yang melibatkan seluruh pentahelix semua pihak,” kata Sandiaga Uno.

Ia menambahkan penataan Pantai Kuta yang akan dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai atau BWS Bali-Penida agar segera dilakukan. 

Baca juga: Abrasi Pantai Kuta, Bali Kian Parah Pasca Gelombang Tinggi Dampak Cuaca Ekstrem

Selain itu masyarakat juga harusnya dilibatkan dalam menjaga abrasi ini, dan untuk masyarakat meminta untuk tidak dibangun tanggul penahan ombak sebagai penyelamatan abrasi karena daya tarik Pantai Kuta adalah bermain surfing.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk penambahan pasir dan menata kembali pasir yang tergerus ombak,” ungkap Menparekraf Sandiaga Uno.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved