Berita Denpasar

Manipulasi Kupon Pengisian BBM, Pegawai Kontrak DLHK Kota Denpasar Ini Diganjar 4 Tahun Penjara

pegawai kontrak di DLHK kota Denpasar ini divonis pidana karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi

Tribun Bali/Putu Candra
Sudiasa saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar pada Pengadilan Negeri (PN) Denpasar - Manipulasi Kupon Pengisian BBM, Pegawai Kontrak DLHK Kota Denpasar Ini Diganjar 4 Tahun Penjara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terdakwa I Wayan Sudiasa alias Wayan Unyil (48) diganjar pidana penjara selama empat tahun oleh majelis hakim.

Terdakwa yang berstatus sebagai pegawai kontrak di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kota Denpasar ini divonis pidana karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, yakni memanipulasi pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) pada alat berat.

Amar putusan terhadap terdakwa tersebut telah dibacakan majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor) Denpasar.

"Terdakwa atas nama I Wayan Sudiasa dijatuhi hukuman empat tahun penjara, denda Rp 200 juta subsidair dua bulan kurungan," jelas Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, I Putu Eka Suyantha, Selasa 10 Januari 2023.

Baca juga: DUGAAN MANIPULASI KUPON BBM, Kejari Denpasar Tahan Pegawai Kontrak DLHK Denpasar

Pula kata Eka Suyantha, terdakwa juga dituntut pidana tambahan membayar uang pengganti sebesar Rp. 252.374.100.

Jika tidak bisa membayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan.

Vonis majelis hakim turun satu tahun dari tuntutan pidana yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya, JPU dari Kejari Denpasar menuntut Sudiasa dengan pidana penjara selama lima tahun.

"Terhadap putusan yang telah dibacakan itu, terdakwa maupun penuntut umum menyatakan pikir-pikir," ungkap Eka Suyantha.

Sementara itu, majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan bahwa terdakwa Sudiasa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tipikor, sebagaimana dakwaan kesatu primair JPU.

Terdakwa dijerat pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 ayat (1), (2) dan (3) UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Jis. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Diberitakan sebelumnya, terdakwa Sudiasa melakukan tindak pidana korupsi sejak bulan Maret 2021 sampai dengan tanggal 30 Juli 2021.

Saat itu, terdakwa yang berstatus sebagai pegawai kontrak DHLK Kota Denpasar bertugas selaku sopir operator, menjaga kebersihan TPS dan melaporkan kerusakan alat berat kepada mekanik di TPA Suwung. Juga ditunjuk sebagai mandor alat berat.

Terdakwa menyalahkan kewenangannya sebagai mandor alat berat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved