Berita Bangli
4 Kali Peristiwa Sambaran Petir di Awan Bangli, Bendesa: 12 Tahun Lalu Puluhan Krama Pingsan di Pura
Sambaran petir di Desa Awan Kintamani Bangli sudah pernah terjadi beberapa kali. Nyoman Pasek mengingat, peristiwa sambaran petir terjadi empat kali.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Sosok pemuda yang rajin dan mudah bergaul itu telah tiada.
Ia meninggal dengan cara tragis, tersambar petir saat bermain handphone.
Napas terakhirnya berembus dalam perjalanan menuju puskesmas.
Baca juga: TPP ASN di Bangli Naik 5 Persen, Anggaran Naik Rp7,3 Miliar dari Tahun Sebelumnya
Bendesa Awan, Kecamatan Kintamani, I Nyoman Pasek mengatakan, I Gede Bagus Kastika Yana (23) merupakan mahasiswa S2 di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas).
Di sela kesibukan kuliah, Kastika juga kerap membantu orangtuanya di ladang.
"Dia (korban sambaran petir) merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Di mata saya, sosoknya sangat baik. Dia juga rajin membantu orangtuanya di ladang," ucap Nyoman Pasek mengenang keponakannya itu, Senin (23/1).
Baca juga: Sedana Arta Bangga Siswa Bangli Tampil Dalam Rakornas Kepala Daerah
Minggu kemarin ternyata hari terakhir Kastika membantu orangtuanya. Ia yang libur kuliah pergi ke ladang jeruk. Karena hujan deras, Kastika dan orangtuanya lantas berteduh di pondok.
"Hujannya saat itu memang deras. Sedangkan petirnya hanya sekali saja," ungkapnya.
Petir menyambar Kastika yang saat itu sedang berada di teras pondok dan bermain ponsel. Kastika yang tersambar petir sempat berteriak meminta tolong pada orangtuanya.
Baca juga: Depresi Tak Kunjung Punya Anak, Warga Banjar Brahmana Bukit Bangli Nekat Akhiri Hidup
Jenazah Kastika dikubur Senin kemarin. Sedangkan pengabenan rencananya akan dilangsungkan 10 Februari 2023.
Sambaran petir di Desa Awan Kintamani sudah pernah terjadi beberapa kali. Nyoman Pasek mengingat, peristiwa sambaran petir terjadi empat kali.
Kejadian pertama sekitar 12 tahun lalu yang saat itu sedang ada kegiatan di pura.
Baca juga: Wayan Seribek Kabur Dari Rumah, Suami Lapor Polisi Datangi Mapolsek Kota Bangli Bali
"Saat itu petir menyambar pohon beringin. Akibatnya puluhan warga yang ada di sekitarnya pingsan. Namun kejadian ini tidak mengakibatkan korban jiwa," kenangnya.
"Kejadian kedua dan ketiga dialami warga di pusat desa. Korbannya merupakan warga yang sama. Ia masih selamat. Sedangkan kejadian terakhir dialami keponakan saya," sambung Made Pasek.
Baca juga: Dinas Kesehatan Bangli Rancang Pembangunan Laboratorium Khusus Pemeriksaan Penyakit Mudah Menular
Nyoman Pasek mengatakan, pihak keluarga akan menggelar upacara Rsi Gana setelah peristiwa sambaran petir yang menewaskan Gede Bagus Kastika.
"Upacara ini yang menggelar dari pihak keluarga atau pribadi. Kalau kejadiannya di tempat umum atau di tempat suci milik umum, desa adat yang melaksanakan. Tapi kalau kejadiannya pribadi, maka pribadi bersangkutan yang melangsungkan upacaranya," ucap Nyoman Pasek. (*)
Berita lainnya di Berita Bangli
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.