Hari Arak Bali

Hari Arak Bali Dipusatkan di Angkringan Pergung Bagagia, Perajin Arak Jembrana Bawa Hasil Produksi

Hari Arak Bali Dipusatkan di Angkringan Pergung Bagagia, Perajin Arak Jembrana Bawa Hasil Produksi

Tribun Bali/ I Made Prasetia
Hari Arak Bali Dipusatkan di Angkringan Pergung Bagagia 

TRIBUN-BALI.COM,NEGARA- Pemprov Bali bersama Pemkab Jembrana menggelar sosialisasi terkait Hari Arak Bali terhadap puluhan perajin arak Jembrana di Wantilan Kantor Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Selasa 24 Januari 2024. Sosialiasi peringatan hari arak Bali 29 Januari 2023 bertujuan agar para perajin mengetahui dan memahami tujuan peringatan tersebut. Dan terpenting mengingatkan agar masyarakat tidak memaknai Hari Arak Bali sebagai hari mabuk-mabukan, melainkan untuk mengangkat kesadaran masyarakat untuk meningkatkan nilai dan harkat arak Bali.

Menurut pantauan, sebagian besar petani arak belum mengetahui tentang peringatan Hari Arak Bali yang jatuh pada 29 Januari tersebut. Namun, meskipun begitu dengan sosialiasi ini para petani atau perajin telah memahaminya. Dan dari hasil rembug, disepakati Hari Arak Bali di Jembrana bakal digelar secara sederhana di Angkringan Pergung Bahagia, Kecamatan Mendoyo, pada Minggu 29 Januari 2023.

Kabid Perindustrian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Ir. Ida Ayu Putu Kalpika Wati menjelaskan, sosialisasi terkait Hari Arak Bali setiap 29 Januari tersebut baru pertama kali disosialisasikan. Namun, untuk Pergub Nomor 1 tahun 2020 tentang tata kelola minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali sudah sering dilakukan.

"Kami harap ini tidak disalahartikan Hari Arak Bali ini. Intinya adalah untuk mengangkat kesadaran masyarakat meningkatkan nilai dan harkat arak Bali. Ini agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap arak Bali," tegasnya. 

Menurutnya, arahan dari Pergub 1 tahun 2022 sudah menyarankan agar seluruh perajin atau petani arak untuk masuk koperasi. Sehingga penyaluran atau distrubusi hasil produksi arak Bali bisa lebih maksimal. Namun, saat ini masih ada yang belum masuk dan terus didorong untuk masuk koperasi tersebut.

Disinggung masih banyak perajin yang menjual arak Bali tanpa izin edar dan branding, Dayu Kalpika menyebutkan pihaknya sudah selalu lakukan edukasi dan sosialisasi. Dan tentunya di tahun ini, para perajin didorong untuk lebih profesional lagi.

"Sudah sebagian besar masuk koperasi. Tentunya pada 2023 ini kita akan lebih masifkan agar para perajin bisa lebih banyak masuk koperasi," tandasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana, I Komang Agus Adinata mengatakan, perayaan Hari Arak Bali di Jembrana bakal digelar secra sederhana. Perayaan akan dilangsungkan sore hari mulai pukul 18.00 WITA di Angkringan Pergung Bahagia, Minggu 29 Januari 2023 mendatang. 

"Nanti para perajin akan membawa masing-masing hasil produksi araknya dan dipusatkan di salah satu lokasi yang disepakati yakni di wantilan Lapangan Pergung atau sekitar Angkringan Pergung Bahagia," jelasnya. 

Mengingat di Jembrana tidak ada tradisi megenjekan seperti di daerah lainnya di Bali, Agus Adinata mengakui akan menggelar tos arak khas Jembrana yang berbahan dasar kelapa. Masing-masing kepala OPD di Pemkab Jembrana bakal meminum hanya satu sloki untuk merayakan Hari Arak Bali ini. Rencana ini tentunya akan disampaikan ke pimpinan daerah dalam hal ini Bupati Jembrana, I Nengah Tamba.

"Masing-masing kepala OPD nanti minum satu sloki arak Bali. Kami harap momen ini nantinya bisa meningkatkan nilai dan harkat Arak Bali itu sendiri. Artinya dengan produksi arak di Jembrana bisa mendatangkan kesejahteraan bagi petani/perajinnya," harapnya.

Sebelumnya, Gubernur Bali, Wayan Koster terbitkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 929/03- I/HK/2022 Tentang Hari Arak Bali dimana Hari Arak Bali ditetapkan Tanggal 29 Januari 2020 dan diperingati setiap Tahun pada Tanggal 29 Januari. Tujuan penerbitan Hari Arak ini, adalah mengajak seluruh masyarakat Bali, Pemerintah Daerah di Bali dan Pelaku Usaha menjadikan Tanggal 29 Januari sebagai Hari kesadaran kolektif Masyarakat Bali terhadap keberadaan, nilai, dan harkat Arak Bali. 

Dan Berkenaan dengan hal tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dew Made Indra memohon agar di masing-masing Kabupaten atau Kota di-Bali menyelenggarakan perayaan atau peringatan Hari Arak Bali pada Tanggal 29 Januari 2023 melalui beberapa cara yakni pemasangan Baliho/Spanduk dengan Tema “melalui Hari Arak Bali kita tingkatkan kesadaran kolektif untuk mengangkat nilai dan harkat Arak Bali”,dipasang pada tempat-tempat yang strategis, mulai tanggal 26 Januari 2023 (Design Baliho/Spanduk dapat didownload pada link https://bit.ly/Hari_Arak)

Lalu pada Desa/Wilayah yang memiliki sentra-sentra Perajin/Petani Arak Bali agar melaksanakan Perayaan Hari Arak Bali sesuai Adat/Tradisi masyarakat setempat (Magenjekkan, Mapatung/Magibung, Sembahyang Bersama, dan lain-lain). Dan pada Tempat Penjualan Eceran (TPE) Arak Bali (Hotel, Restoran, Cafe) agar melaksanakan perayaan di tempat masing-masing dengan melaksanakan toss arak atau kegiatan sejenis lainnya. 

Peringatan di masing-masing wilayah tersebut pada dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting dan masing- masing Kabupaten/Kota agar mempersiapkan pelaksanaan perayaan di wilayahnya untuk dapat dikolaborasikan dengan kegiatan di tingkat Provinsi secara Online.

Informasi dan koordinasi tentang pelaksanaan perayaan Hari Arak Bali melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali. (*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved