Berita Bali
Menuju Era Bersih Emisi, Masyarakat Bali Baru Gunakan 1.766 Kendaraan Listrik, Samsi: Masih Sulit
“Sampai dengan tahun ini kita agak sulit masih 1.766 kendaraan yang listrik di Bali sejak tahun 2019. Jadi pelan sekali
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk menuju target memerangi karbon di Bali dan menuju transisi era Bali yang bersih emisi 2045, Bali masih kesulitan.
Hal itu karena masyarakat di Bali baru menggunakan 1.766 kendaraan listrik sejak tahun 2019-2022.
Data tersebut disampaikan oleh, IGW Samsi Gunarta selaku Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bali ketika ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha pada, Kamis 26 Januari 2023, dalam Acara peluncuran rencana aksi daerah percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di Bali Tahun 2022-2026.
Baca juga: 12 Provinsi di Luar Bali KLB Campak, Dinkes Denpasar Genjot Cakupan Imunisasi MR, Sudah 99 Persen
“Kami komite percerpatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) telah menyelsaikan penyusunan dokumen rencana aksi daerah percepatan KBLBB Bali Tahun 2022-2026 Sesuai Pergub Nomor 48 Tahun 2019 tentang percepatan penggunaan kblbb bali yg mengamanatkan pembentukan tim komite tentang perencanaan aksi daerah sebagai dokumen rujukan terkait strategi implementasi transisi kendaraan listrik di Bali,” jelasnya.
Untuk menuju target memerangi karbon di Bali dan menuju transisi era Bali yang bersih emisi 2045, Samsi juga mengatakan akan menambah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dibeberapa kawasan pariwisata seperti ITDC, Sanur, Ubud, Nusa Penida yang akan dimulai dari Nusa Ceningan dan Lembongan.
Baca juga: PLN Sukses Lakukan Uji Coba Perdagangan Emisi Karbon di Pembangkit Listrik
Ia juga menekankan yang jelas kawasan persembahyangan Besakih juga akan diisi SPKLU akan dimulai tahun ini dan kira-kira april sudah tersedia shuttle untuk kendaraan listrik di Besakih.
“Sampai dengan tahun ini kita agak sulit masih 1.766 kendaraan yang listrik di Bali sejak tahun 2019. Jadi pelan sekali tapi dari tahun 2021 ke sini sudah mulai naik."
"Harapan saya momentumnya bisa naik terus jadi targetnya sebetulnya bisa percepat dengan pemerintah,” imbuhnya.
Baca juga: PLN Sukses Lakukan Uji Coba Perdagangan Emisi Karbon di Pembangkit Listrik
Dishub Bali telah menyediakan Koperasi Konsumen untuk mempernalkan dan membantu masyarakat lebih dalam soal kendaraan listrik.
Sementara minat pembelian masyarakat terhadap kendaran listrik meningkat dari Tahun 2019 sampai 2022 kemarin.
Sedangkan untuk target tahun 2026, itu dihitung dari target nasional untuk emisi, dari emisi kemudian dipilih apakah target akan optmis moderat atau pesimis.
Baca juga: PLTU PLN Dilengkapi Continous Emission Monitoring System untuk Kendalikan Emisi
Dari hitungan itu setelah Pemprov melihat pendapatan, kemungkinnan terjadinya Bali kehilangan pendapatan karena perubahan nilai pajak kemudian juga melihat manfaat ekonomi dan finansialnya.
Dari sana dengan pertumbuhannya pemprov menemukan ternyata benefit dibandingkan cost yang paling optimal skema moderat.
“Jadi kalau saya lihat untuk kira-kira kalau ditotal kalau dihitung penggunaan satu bulan kendaraan listrik hanya 1/5 dari kendaraan BBM itu untuk mobil kecil."
"Itu kalau kita hitung bulanan spanding kita hanya akan segitu. Memang harga kendaraan listrik masih dua kali lipat dari kendaraan bbm tetapi offset dari ini yang akan terjadi kalau penggunaannya lebih banyak jadi kita gunakan lebih banyak cukup panjang,” jelasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.