Berita Bali

Tanggapi Isu Bali Belly, Kadinkes Bali Himbau Masyarakat Tak Perlu Panik, Ini Cara Mencegahnya

Tanggapi isu Bali Belly, Kadinkes Bali himbau masyarakat tak perlu panik, begini cara mencegahnya.

Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Putu Kartika Viktriani
pekanbaru.tribunnews.com
Ilustrasi sakit perut - Tanggapi isu Bali Belly, Kadinkes Bali himbau masyarakat tak perlu panik, begini cara mencegahnya. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kabar artis nasional Verrel Bramasta yang mengalami Bali Belly berhasil menarik perhatian masyarakat. 

Verrel diketahui mengidap Bali Belly pasca liburan ke Bali sehingga ia terpaksa harus dirawat di rumah sakit. 

Nampak ia pun terbaring lemas saat menjalani perawatan Bali Belly di rumah sakit melalui akun instagramnya @bramastavrl. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom menjelaskan yang dimaksud Bali Belly ini. 

“Bali Belly ini sebenarnya kan kasus diare biasa dan memang sudah ada dari dulu. 

Tapi karena terkenalnya di Bali, makanya para wisatawan khususnya mancanegara ini menyebutnya dengan Bali Belly,” kata I Nyoman Gede Anom. 

Lebih lanjut, Gede Anom mengatakan Bali Belly adalah diare atau salah satu masalah pencernaan. 

Hal itu bisa terjadi akibat mengonsumsi makanan yang sudah tercemar virus atau bakteri. 

Karena terkenanya di Bali sehingga Bali Belly pun menjadi nama penyakit yang dibuat oleh wisatawan mancanegara yang pernah terkena masalah tersebut.

Baca juga: Cegah  Klaster Hari Raya Galungan, Kadinkes Bali Imbau Masyarakat Selalu Taati Prokes

Tidak ada perbedaan antara diare dan Bali Belly serta tidak berpengaruh antara yang dialami oleh orang Bali dan para wisatawan. 

Pasca kasus Verrel sendiri, Kadinkes menuturkan tidak ada laporan yang ia terima. 

Namun, untuk lebih detailnya Kadinkes menyarankan untuk melihat di pemerintah kabupaten dan kota, khususnya di Badung karena kejadian sebelumnya berlokasi di daerah tersebut. 

Terlepas dari itu, Gede Anom yakin tidak ada penambahan kasus baru karena pencegahan dan kenangannya sudah lumrah diketahui. 

“Ini kan kasus diare seperti pada umumnya, saya pikir wisatawan sudah paham cara mencegahnya dan sudah paham harus ke mana bisa terkena Bali Belly,” tambahnya. 

Mengingat Bali Belly ini juga berkaitan dengan konsumsi makanan, Gede Anom memberikan beberapa himbauan untuk masyarakat dan wisatawan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved