Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Cegah  Klaster Hari Raya Galungan, Kadinkes Bali Imbau Masyarakat Selalu Taati Prokes

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengingatkan masyarakat agar menaati protokol kesehatan saat perayaan hari raya Galungan

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Rizal Fanany
Umat Hindu melaksanakan persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, Bali, Rabu 19 Februari 2020. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengingatkan masyarakat agar menaati protokol kesehatan saat perayaan hari raya Galungan. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Walaupun kasus positif Covid-19 di Bali sudah mulai menurun, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya terus mengingatkan masyarakat.

Agar tetap taati protokol kesehatan, terlebih saat perayaan hari raya Galungan akan berlangsung. 

"Pada perayaan Galungan ini, tepatnya menjelang Galungan pasti ada acara mebat pada saat ini.

Acara kumpul-kumpul, baik itu tingkat keluarga atau komunitas pasti terjadi.

Baca juga: Penyajaan Galungan, Turunnya Bhuta Dungulan, Kekang Hawa Nafsu

Ketika kumpul-kumpul ini, saya khawatir banyak yang abai.

Bahkan sampai melepas masker," ungkapnya, Senin 8 November 2021.

Ketika melepas masker dan tidak ada jaga jarak yang cukup, ini tentunya dapat berpotensi menularkan virus.

Sehingga ia mengkhawatirkan perayaan hari raya Galungan antinya akan menimbulkan klaster penyebaran di periode akhir tahun. 

Suarjaya mengatakan, tidak melarang adanya tradisi mebat, namun untuk menekan penularan harus taat protokol kesehatan

"Namun demikian, saya tetap berharap masyarakat untuk taat prokes, bisa melepas masker ketika makan.

Dan setelah selesai diharapkan tidak berkumpul dn tetap memakai masker," sambungnya. 

Selain itu, untuk aktivitas upacara ketika hari raya Galungan, Suarjaya mengimbau masyarakat.

Agar melakukan aktivitas upacara dengan tidak menimbulkan kerumunan yang berlebihan.

Baca juga: Hari Ini Panyekeban Galungan, Apa yang Harus Dilakukan?

Karena meskipun sudah melakukan vaksinasi, potensi penularan masih bisa terjadi kepada siapapun.

Khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan penderita komorbid. 

"Upacara bisa dilakukan namun dalam pelaksanaannya harus tetap menerapkan prokes.

Sehingga klaster hari raya tidak terbentuk lagi," tuturnya.

(*) 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved