Berita Denpasar
Warga Bali Buat Usaha Mi Instan Babi, Gunakan Bumbu Basa Genep, Dijual Hingga Papua
Dua orang pemuda asal Bali, Anak Agung Putu Wisnawa (32) bersama I Dewa Gede Oka Purnama Cahyadi (32) membuat sebuah usaha mie instan babi.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Selama tiga minggu produksi berjalan, pihaknya sudah merambah pasar luar Bali seperti Jakarta, Balikpapan, Surabaya, Lombok, bahkan sampai Papua.
“Untuk pasar paling banyak itu, adalah di daerah yang peminat daging babinya tinggi namun babi sulit ditemukan. Itu di luar Bali yang banyak. Kalau di luar Bali tidak begitu lumayan,” paparnya.
Baca juga: LPEI Ajak Pelaku Usaha Perempuan Jadi Eksportir yang Berdaya Saing Internasional
Mie babi yang diproduksi ada dua jenis yakni goreng dan kuah, dengan varian rasa baru original.
Namun ke depannya mereka berencana membuat mie versi spesial seperti kuah balung babi, urutan suna cekuh, maupun urutan babi kecap.
“Kami sudah rencanakan 4 bulan lagi buat yang versi spesial ini. Tapi tidak sekaligus kami keluarkan. Satu per satu dulu,” jelasnya.
Baca juga: Pusaka Sakti Badung, Pemberdayaan Usaha Krama BUM Desa sebagai Strategi Kerja Kolaboratif
Selama tiga minggu produksi, usaha ini mampu memproduksi 100 hingga 200 dus, dimana satu dus berisi 24 kemasan.
Dalam sehari rata-rata mereka mampu berjualan hingga 4 dus.
Untuk pemasaran, selain offline, juga memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok.
Selain itu, juga telah bekerja sama dengan beberapa pasar oleh-oleh di Bali.
“Yang paling banyak kami dapat jualan dari Instagram. Saat ini kami masih mengejar ekspedisi biar punya ekspedisi sendiri sehingga bisa lebih murah,” katanya.
Sementara untuk penamaan Bawimi (*)
Berita lainnya di Berita Denpasar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.